Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi pertanian dalam persoalan struktural dan kelembagaan masyarakat Desa Gentan di Indonesia Harjanti, Anisah Mudi; Dwijayanti, Jesica Gloria; Qurrata'aini, Kirei; Sulma, Najla Alya; Antriyandarti, Ernoiz
Social Agriculture, Food System, and Environmental Sustainability Vol. 1 No. 2: (Agustus) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future (IASSSF)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/safses.v1i2.2024.1027

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan pertanian seringkali dimulai dari daerah desa, hal ini disebabkan karena desa adalah daerah yang paling lekat akan pertanian dibanding di kota. Desa di negara ini memiliki penduduk yang mayoritasnya bekerja dalam dunia pertanian. Permasalahan pertanian juga kerap kali ditemukan oleh masyarakat, sehingga perlunya pembangunan pertanian. Metode: Penelitian pembangunan pertanian ini menggunakan metode dasar deskriptif analisis, yaitu metode yang memusatkan perhatian pada permasalahan di masa sekarang dan bertitik tolak dari data yang dikumpulkan, dianalisis, dan disimpulkan dalam konteks teori penelitian terdahulu. Temuan: Penelitian ini menganalisis model pembangunan pertanian yang dapat disimpulkan dalam tiga hal, yakni potensi permasalahan, transformasi struktural, transformasi kelembagaan, dan model pembangunan pertanian yang sesuai dengan kondisi Desa Gentan. Hasil penelitian ini menjawab jika komoditas utama Desa Gentan adalah padi dengan tetap memiliki permasalah mengenai sumber daya alam. Selanjutnya, transformasi struktural membawa dampak positif dan negatif yang berhubungan dengan kondisi sosial dan budaya Desa Gentan. Persoalan struktutral tersebut berhubungan dengan kelembagaan Desa Gentan. Kesimpulan: Saran untuk Desa Gentan adalah masyarakat dan pemerintah desa sebaiknya bersatu dan lebih aktif dalam mengolah lahan yang terbengkalai serta memperbaiki sistem irigasi yang ada di Desa Gentan.
Penguatan Peran Komunitas dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui Edukasi dan Inovasi Kreatif di Desa Senden: Strengthening the Role of the Community in Sustainable Waste Management through Education and Creative Innovation in Senden Village Antriyandarti, Ernoiz; Ilham, Habib Muhammad; Savitri, Nurul; Maharani, Hilda; Mahmudah, Kavina Isyna; Putra, Ignatius Evan Andaru; Triyusopin, Heppy Dhemes; Al Fajri, Habiburrosyad; Dwijayanti, Jesica Gloria; Fauzi, Muhammad Alif; Rusamsi, Leonardo Putra
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. Suppl-1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10iSuppl-1.8690

Abstract

Effective waste management remains a problem in Senden Village, especially regarding waste sorting. This issue encourages the KKN UNS 150 2024 team to conduct education related to waste management in the form of community service. The aim of this activity is to raise public awareness about the importance of effective and sustainable waste management and to encourage creative innovations in waste utilization. The method applied includes outreach and hands-on practice. The community service activities carried out include training on making candles from used cooking oil, the Merah Putih Environment Challenges, and socialization on the introduction of the 3Rs. The training on making candles from used cooking oil is aimed at the PKK mothers in Ngabean Hamlet. The result of this activity is the community's skill in processing used cooking oil waste into aromatherapy candles. The Merah Putih Environment Challenges activity targets a larger scope, specifically the mothers in Ngabean Hamlet. The outcome of this activity is the creation of handicrafts from inorganic waste. The socialization on the introduction of the 3Rs (reduce, reuse, recycle) is directed at the students of SD Negeri Senden 2. This activity effectively enhances students' understanding and awareness regarding proper waste management. The conclusion of this community service activity is that the residents of Senden Village, particularly those in Ngabean hamlet, are expected to have a good understanding of waste management and be prudent in handling it.