Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Pendidikan Karakter Menurut Ibnu Miskawaih dan Relevansinya Dengan Dunia Modern Yan Yan Supriatman
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v1i2.9

Abstract

This article aims to explain the concept of character according to Ibnu Miskawaih by examining it in the context of the modern world and the current strong current of globalization. In this article, the author uses a qualitative research method with a library research approach. The results of this research provide an illustration of: According to Ibnu Miskawaih, a person must have three main characteristics. And this is closely related to the soul, which has three powers, namely the power of thinking, the power of anger, and the power of desire. The characteristic of wisdom is the main characteristic for a thinking soul that results from knowledge; courage is the main characteristic for an angry soul that is born from introspection; and cheapness is the main characteristic for a soul of desire that is born from 'iffah (maintaining one's honor). Then, if these three main characteristics are in harmony, the fourth main characteristic will emerge, namely fairness. Furthermore, so that the objectives of character education can be fulfilled, parents and teachers of students become good role models and are supported by a good environment, especially one that is conditioned by the authorities, and the current of globalization and modernization must be utilized as something that supports the creation of the goals of character education.
Sistem Kerja Otak Manusia dalam Pendekatan Psikologi dan Kajian Ilmu al-Qur’an Yan Yan Supriatman
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v2i1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sistem kerja otak manusia yang secara terpadu memiliki enam sistem (brain system) yang meregulasi semua perilaku manusia. Keenam sistem otak tersebut adalah cortex prefrontalis, sistem limbik, gyros cingulatus, ganglia basalis, lobus temporalis, dan cerebellum." Keenam sistem otak tersebut mempunyai peranan penting dalam pengaturan kognisi, afeksi, dan psikomotorik, termasuk IQ, EQ, dan SQ. Sedangkan dalam al-Qur’an disebut dengan ’Aql, Qalb, Ruh dan Nafs. PeranIQ yang berpusat pada otak kiriyang bersifat logis, sekuensial, linear dan rasionalsejalan dengan fungsi ‘Aql yang dijelaskan dalam al-Qur’an. EQ berada pada jaringan syaraf otak kanan yang cara berpikirnya bersifat asosiatif, tipe berpikir emosional, sifat pikirnya fleksibel, tidak akurat, dan proses psikologisnya bersifat personal, yang hal tersebut sesuai dengan peran Qalb dalam penjelasan al-Qur’an. Dan SQ merupakan berkaitan dengan hal-hal yang transenden, memungkinkan manusia memperoleh pemahaman yang dalam dan intuitif akan makna dan nilai, yang hal tersebut sesuai dengan peran Ruh dalam penjelasan al-Qur’an yang memiliki keterkaitan langsung dengan Tuhan dan hal-hal ghaib pada umumnya. Sedangkan Nafs dalam al-Qur’an memliki beberapa makna, yaitu: dalam arti luar bermakna pribadi atau individu yang dengan segala totalitasnya yang mencangup jasmani, rohani dan nafs itu sendiri atau dalam psikologi juga disebut dengan pusat otak atau otak besar itu sendiri
Asesmen dan Intervensi Psikologi Terhadap Kesulitan Belajar Siswa Yan Yan Supriatman
Rahmad : Jurnal Studi Islam dan Ilmu Al-Qur'an Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71349/rahmad.v3i1.44

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang kesulitan belajar siswa yang merupakan suatu konsep multi disipliner yang digunakan dalam ilmu pendidikan. Setiap siswa pada prinsipnya berhak memperoleh peluang untuk mencapai kinerja akademik (academic performance) yang memuaskan. Namun dari kenyataan sehari-hari tampak jelas bahwa setiap siswa memiliki perbedaan dalam hal kemampuan intelektual, kemampuan fisik, latar belakang keluarga, kebiasaan, dan pendekatan belajar yang terkadang sangat mencolok antara seorang siswa satu dengan siswa lainnya. Sementara itu penyelenggaraan pendidikan di Sekolah pada umumnya hanya ditujukan kepada para siswa yang berkemampuan rata-rata, atau bahkan hanya siswa yang memiliki kemampuan di atas rata sehingga siswa yang kemampuan di bawah rata-rata kurang mendapat perhatian, bahkan tidak jarang terabaikan. Salah satu faktor kesulitan belajar siswa adalah disebabkan lemahnya kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan, ketrampilan dasar tertentu pada sebagian materi pelajaran yang harus dikuasai sebelumnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada salah satu sekolah menengah pertama yang nama dan tempat sekolanya disamarkan sebagai sebuah bentuk privasi. Data yang telah terkumpul kemudian digambarkan dan dijelaskan secara naratif. Masalah yang ada kemudian diberikan beberapa pola intervensi psiklogi dengan cara konseling individu, konseling teman sebaya dan konseling keluarga yang bersifat teoritis.