Sriyono
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Menghafal Al Qur’an pada Mahasiswa Pendekatan Metode Talqin iqbal Hidayatsyah Noor; Eman Suherman; Sriyono; Mohammad Ridwan
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 7 No. 1 (2024): TARLIM Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v7i1.1622

Abstract

Pondok Tahfidz Putra Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) merupakan pondok pesantren yang memiliki mahasiswa dengan latar belakang program studi yang beragam di UNIMUS. Pondok Tahfidz Putra UNIMUS dibentuk sebagai upaya penanamkan nilai-nilai Islam berkelanjutan dan menghafal Al Qur’an dalam setiap kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi menghafal Al Quran dengan pendekatan metode talqin yang digunakan di Pondok Tahfidz Putra UNIMUS dalam menghafal Al-Qur'an. Jenis penilitian yang digunakan ialah penilitian lapangan (field reaserch), dan jenis pendekatan penelitian yang dipakai ialah deskrptif kualitif. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah melalui pengumpulan data-data akan dianalisi menggunakan metode analisis datanya ialah deskriptif kualitatif didukung dengan analisis induktif. Subjek penilitian berasal dari seluruh Mahasantri yang bermukim di pondok sekaligus menjadi mahasiswa aktif pada masing-masing Program studi di Universitas Muhammadiyah Semarang. Sumber lain dari penelitian ini adalah dokumen-dokumen dan jurnal-jurnal kegiatan Mahasantri yang laksanakan oleh Pondok Tahfid Putra UNIMUS. Dalam penelitian Metode Tahfidz Al-Quran di Pondok Tahfidz Putra UNIMUS, talqin terbukti sebagai metode utama yang efektif dalam menghafal Al-Quran. Aktivitas talqin dilaksanakan secara komunal setelah shalat Subuh dan Isya, diikuti dengan pembagian Mahasantri ke dalam kelompok Halaqah sesuai dengan kemampuan mereka. Ustadz tahfidz dari masing-masing kelompok membacakan ayat yang akan dihafalkan, dan Mahasantri merespon dengan menirukan secara berulang-ulang. Hasilnya, proses belajar-mengajar tahfidz Al-Quran di Pondok Tahfidz Putra UNIMUS terbukti sangat efisien, terlihat dari prestasi Mahasantri yang berhasil menghafal 4-6 juz, sesuai dengan target Pondok. Meskipun terdapat variasi nilai jumlah hafalan di antara Mahasantri, namun nilai tersebut telah memenuhi kriteria kelulusan tahfidz yang ditetapkan. Dengan demikian, metode talqin menjadi landasan yang efisien dalam membimbing Mahasantri mencapai prestasi tahfidz Al-Quran yang diinginkan.
Ethical Foundations and Ethos of Muhammadiyah Movement: A Multidisciplinary Perspective Sriyono; Katni; Muhammad Fathi
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v10i1.10955

Abstract

Abstract The Muhammadiyah Movement has become a moral and civilizational force in Indonesia; however, studies on its ethical foundations remain fragmented and have not yet been integrated in an interdisciplinary manner. This study aims to examine the ethical foundations and reformist ethos of Muhammadiyah through the perspectives of theology, philosophy, sociology, and education, as well as to formulate an integrated ethical model that connects theology, rationality, and social transformation. The study employs a qualitative approach based on a literature review. Data were collected through the identification, selection, and documentation of primary and secondary sources, then analyzed thematically. The research findings indicate that (1) the theological foundation is rooted in tawhid, al-Ma’un, and al-amr bi al-ma’ruf wa al-nahy ‘an al-munkar; (2) philosophically, Muhammadiyah harmonizes revelation and reason through the neo-akhlaqiyyah framework; (3) sociologically, this ethos is realized through anti-fatalism, community empowerment, and the formation of a modern Muslim middle class; and (4) institutionally, this ethos is embedded through 5,354 Muhammadiyah schools and 178 Muhammadiyah universities. The novelty of this research lies in its integrated theological-philosophical-sociological-educational model for understanding Islamic reform. The study affirms Muhammadiyah as a civilizational project that transforms Islamic ethics into sustainable social transformation for Indonesian society.   Abstract Gerakan Muhammadiyah telah menjadi kekuatan moral dan peradaban di Indonesia, namun kajian mengenai landasan etikanya masih parsial dan belum terintegrasi secara interdisipliner. Penelitian ini bertujuan mengkaji landasan etika dan etos reformis Muhammadiyah melalui perspektif teologi, filsafat, sosiologi, dan pendidikan, serta merumuskan model etika terintegrasi yang menghubungkan teologi, rasionalitas, dan transformasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui identifikasi, seleksi, dan dokumentasi sumber primer dan sekunder, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) landasan teologis berakar pada tauhid, al-Ma'un, serta al-amr bi al-ma'ruf wa al-nahy 'an al-munkar; (2) secara filosofis, Muhammadiyah menyelaraskan wahyu dan akal melalui kerangka neo-akhlaqiyyah; (3) secara sosiologis, etos tersebut diwujudkan melalui anti-fatalisme, pemberdayaan masyarakat, dan pembentukan kelas menengah Muslim modern; dan (4) secara kelembagaan, etika tertanam melalui 5.354 sekolah dan 178 perguruan tinggi Muhammadiyah. Kebaruan penelitian terletak pada model teologis-filosofis-sosiologis-pendidikan terintegrasi untuk memahami reformasi Islam. Penelitian menegaskan Muhammadiyah sebagai proyek peradaban yang mentransformasikan etika Islam menjadi transformasi sosial berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat Indonesia.