Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING PADA PERANCANGAN HOTEL RESORT DI PULAU GANGGA, LIKUPANG, MINAHASA UTARA Kamurahan, Steven Richard; Dariwu, Claudia Talita; Sirap, Vinda Monica Kintan; Najoan, Stephanie Jill
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.41445

Abstract

Sumber daya yang tidak ada habisnya bagi suatu bangsa adalah pariwisata. Potensi pariwisata di Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Dengan dukungan posisi geografis yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam, dan tenaga kerja terampil, Indonesia mempunyai potensi untuk tumbuh menjadi salah satu tujuan wisata utama dunia, dengan tujuan untuk mengenalkan dan mendatangkan pengunjung baik dalam maupun luar negeri terhadap keindahan alam dan keanekaragaman budaya. Kecamatan Likupang Barat adalah salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga kawasan ini menjadi destinasi wisata, Lokasi yang akan dibangun di Pulau Gangga, Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Adapun masih kurangnya akomodasi yang memadai untuk  wisatawan dan maraknya pembangunan Hotel Resort tanpa memperhatikan  dan mengabaikan keadaan lingkungan   sekitar. Solusi yang dapat menjawab permasalahan tersebut adalah dengan mendesain Hotel Resort dengan menggunakan tema Green Building atau bangunan hijau untuk menciptakan kualitas lingkungan yang baik dengan proses-proses ramah lingkungan untuk mencegah kerusakan lingkungan serta dengan konsep ini bisa menjawab setiap permasalahan dalam site seperti pencemaran lingkungan yang mengakibatkan bencana alam dan covid-19 yang berpengaruh pada kesehatan. Dalam proses perancangan ini metode yang dilakukan, yaitu dimulai dari Studi Literatur, Observasi,Studi Komparasi, Eksperimen Desain, Studi Image. Pada tahap ini aspek- aspek diatas saling mendukung dan menjadi kontrol satu dengan yang lain sehingga kesimpulan yang didapat dari bentukan yang dihasilkan, fasilitas- fasilitas yang dihadirkan, bahkan dari konsep Hotel Resort lebih mengutamakan ramah lingkungan dengan mengedepankan konsep Green Building dan pengadaan ruang terbuka hijau yang diharapkan mampu mencegah kerusakan lingkungan demi menjaga kelestariannya.
MAKNA SIMBOLIK ELEMEN ARSITEKTUR GEREJA : KAJIAN VISUAL PADA GEREJA GMIM SION TOMOHON Najoan, Stephanie Jill; Runtuwene, Maria; Dariwu, Claudia Talita
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8878

Abstract

The GMIM Sion Church in Tomohon, a national cultural heritage site with neo-classical architecture, holds not only historical value but also a rich visual richness that shapes the identity of the sacred space. This research is motivated by the urgency of examining the visual elements of this historic church, which have not been systematically studied as constructs of symbolic meaning from an architectural perspective. Aiming to uncover the interaction between physical form and spiritual experience, this research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth visual observation, architectural documentation, and interviews, then analyzed using a semiotic approach and existential space theory. Key findings indicate that visual elements such as the bell tower, symmetrical facade, tall window openings, and the integration of the local symbol of the manguni bird function beyond mere aesthetic ornamentation; these elements serve as signifiers that construct a sacred atmosphere and guide the congregation's spiritual orientation. It is concluded that the visual characteristics of the GMIM Sion Tomohon Church are a crucial symbolic communication medium for strengthening the cultural identity and theological experience of the community. Therefore, preservation efforts must include a deep understanding of the symbolic values ??inherent in the physical structure. ABSTRAK Gereja GMIM Sion Tomohon, sebagai cagar budaya nasional berarsitektur neo-klasik, tidak hanya menyimpan nilai historis tetapi juga kekayaan visual yang membentuk identitas ruang sakral. Penelitian ini didasari oleh urgensi untuk menelaah elemen visual gereja bersejarah yang selama ini belum banyak dikaji secara sistematis sebagai konstruksi makna simbolik dalam perspektif arsitektur. Bertujuan mengungkap interaksi antara bentuk fisik dan pengalaman spiritual, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi visual mendalam, dokumentasi arsitektural, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika dan teori ruang eksistensial. Temuan utama menunjukkan bahwa elemen visual seperti menara lonceng, fasad simetris, bukaan jendela tinggi, serta integrasi simbol lokal burung manguni, berfungsi lebih dari sekadar ornamen estetis; elemen-elemen tersebut hadir sebagai penanda (signifier) yang membangun atmosfer kesakralan dan mengarahkan orientasi spiritual jemaat. Disimpulkan bahwa karakteristik visual Gereja GMIM Sion Tomohon merupakan medium komunikasi simbolik yang krusial dalam memperkuat identitas kultural dan pengalaman teologis masyarakat, sehingga upaya pelestariannya harus mencakup pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai simbolik yang melekat pada fisik bangunannya.