Humam, Muhammad Iqbal
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Strategy for Absolute Poverty Alleviation in Pasuruan Regency Wismanu, Rendra Eko; Humam, Muhammad Iqbal; Rizky, Achmad Reza
REFORMASI Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v14i2.6606

Abstract

Poverty is a complex and multidimensional problem and has become a global, national, and even local issue, so it needs to be a priority for development. Poverty not only describes economic powerlessness but is also related to the ability to fulfill people's fundamental rights. Therefore, poverty is a phenomenal problem in all aspects, requiring attention and making every effort to resolve the problem of poverty by carrying out medium- and short-term planning in the context of reducing poverty rates and alleviating extreme poverty. Various strategies have been attempted to reduce the poverty rate, including the central government's commitment, demonstrated by setting a target of eliminating extreme poverty by 2024 to reach 0%, which must be carried out in a consolidated, integrated, and targeted manner. The performance of poverty management in Pasuruan Regency has a positive trend of decreasing. In 2022, poverty will be 8.96%, still below the East Java Province and national average. Pasuruan Regency is one of the districts in East Java Province, and it is a pilot project for handling and eliminating extreme poverty. According to data from the Central Statistics Agency, in 2022,  the percentage of the extremely poor in Pasuruan Regency was 1.56% or equivalent to 25,790 people. Kemiskinan merupakan masalah yang kompleks dan bersifat multidimensi  serta menjadi isu global, nasional bahkan lokal sehingga perlu menjadi prioritas pembangunan. Kemiskinan tidak hanya menggambarkan ketidak berdayaan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakat. Oleh karena itu Kemiskinan sebagai persoalan fenomenal dalam segala aspek, memerlukan perhatian dan mengusahakan segala upaya untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan dengan melakukan perencanaan jangka menengah maupun jangka pendek dalam rangka penurunan angka kemiskinan dan pengentasan kemiskinan ekstrim. Berbagai strategi telah diupayakan untuk menurunkan angka kemiskinan termasuk komitmen pemerintah pusat ditunjukkan dengan penetapan target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2024 mencapai 0% yang harus dilakukan secara terkonsolidasi, terintegrasi dan tepat sasaran. Kinerja penanganan kemiskinan di Kabupaten Pasuruan trendnya positif mengalami penurunan. Pada tahun 2022 Kemiskinan berada diangka 8,96% dan masih berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional. Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang menjadi pilot project penanganan dan penghapusan kemiskinan ekstrim. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2022 persentase penduduk miskin ekstrim di Kabupaten Pasuruan adalah 1,56% atau setara dengan 25.790 jiwa
Analisis Kepuasan Penggunaan Media Digital dalam Penilaian Kinerja ASN Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kurniawan, Ardhi; Wismanu, Rendra Eko; Rizky, Achmad Reza; Humam, Muhammad Iqbal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2804

Abstract

The implementation of e-government in Indonesia serves as a crucial strategy for local governments to enhance the quality, efficiency, and transparency of public services. This study aims to evaluate employee satisfaction regarding the implementation of the E-Kinerja system and the Employee Performance Monitoring System (SIM-K) in Banyuwangi Regency using the E-Government Satisfaction (EGOVSAT) framework. The methodology employed is descriptive with a quantitative approach, involving 267 respondents selected through Proportional Stratified Random Sampling from a total population of 2,561 civil servants. Measurement was conducted based on five key dimensions: utility, reliability, efficiency, flexibility/customization, and risk. The results indicate that the overall user satisfaction score reached 3.710, with a Converted Interval Value (NIK) of 92.74, categorized as "Very Good" (Service Quality A). Comparatively, the E-Kinerja application (3.730) was rated higher than SIM-K (3.689). The efficiency dimension obtained the highest score (93.36), while the risk dimension received the lowest score (89.99) due to issues with application stability. Specific findings identified weaknesses in the availability of feedback mechanisms and the completeness of features within the performance input modules. Key recommendations include the development of smartphone-based applications, improving system stability to minimize technical errors, and strengthening routine monitoring mechanisms to maintain civil servant discipline. Abstrak Implementasi e-government di Indonesia merupakan strategi krusial bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pegawai terhadap pelaksanaan sistem E-Kinerja dan Sistem Monitoring Kinerja Pegawai (SIM-K) di Kabupaten Banyuwangi menggunakan kerangka kerja E-Government Satisfaction (EGOVSAT). Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 267 responden yang dipilih melalui teknik Proportional Stratified Random Sampling dari total populasi 2.561 ASN. Pengukuran dilakukan berdasarkan lima dimensi utama: utilitas, reliabilitas, efisiensi, fleksibilitas/kustomisasi, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepuasan pengguna secara keseluruhan mencapai 3,710 dengan Nilai Interval Konversi (NIK) sebesar 92,74, yang dikategorikan sebagai "Sangat Baik" (Mutu Layanan A). Secara komparatif, aplikasi E-Kinerja (3,730) dinilai lebih baik daripada SIM-K (3,689). Dimensi efisiensi memperoleh skor tertinggi (93,36), sedangkan dimensi risiko mendapatkan skor terendah (89,99) karena kendala kestabilan aplikasi. Temuan spesifik mengidentifikasi kelemahan pada aspek ketersediaan sarana umpan balik dan kelengkapan fitur pada modul input kinerja. Rekomendasi utama mencakup pengembangan aplikasi berbasis smartphone, peningkatan stabilitas sistem guna meminimalisir error, serta penguatan mekanisme monitoring rutin bagi kedisiplinan ASN.
Analisis Kepuasan Penggunaan Media Digital dalam Penilaian Kinerja ASN Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kurniawan, Ardhi; Wismanu, Rendra Eko; Rizky, Achmad Reza; Humam, Muhammad Iqbal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2804

Abstract

The implementation of e-government in Indonesia serves as a crucial strategy for local governments to enhance the quality, efficiency, and transparency of public services. This study aims to evaluate employee satisfaction regarding the implementation of the E-Kinerja system and the Employee Performance Monitoring System (SIM-K) in Banyuwangi Regency using the E-Government Satisfaction (EGOVSAT) framework. The methodology employed is descriptive with a quantitative approach, involving 267 respondents selected through Proportional Stratified Random Sampling from a total population of 2,561 civil servants. Measurement was conducted based on five key dimensions: utility, reliability, efficiency, flexibility/customization, and risk. The results indicate that the overall user satisfaction score reached 3.710, with a Converted Interval Value (NIK) of 92.74, categorized as "Very Good" (Service Quality A). Comparatively, the E-Kinerja application (3.730) was rated higher than SIM-K (3.689). The efficiency dimension obtained the highest score (93.36), while the risk dimension received the lowest score (89.99) due to issues with application stability. Specific findings identified weaknesses in the availability of feedback mechanisms and the completeness of features within the performance input modules. Key recommendations include the development of smartphone-based applications, improving system stability to minimize technical errors, and strengthening routine monitoring mechanisms to maintain civil servant discipline. Abstrak Implementasi e-government di Indonesia merupakan strategi krusial bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pegawai terhadap pelaksanaan sistem E-Kinerja dan Sistem Monitoring Kinerja Pegawai (SIM-K) di Kabupaten Banyuwangi menggunakan kerangka kerja E-Government Satisfaction (EGOVSAT). Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 267 responden yang dipilih melalui teknik Proportional Stratified Random Sampling dari total populasi 2.561 ASN. Pengukuran dilakukan berdasarkan lima dimensi utama: utilitas, reliabilitas, efisiensi, fleksibilitas/kustomisasi, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepuasan pengguna secara keseluruhan mencapai 3,710 dengan Nilai Interval Konversi (NIK) sebesar 92,74, yang dikategorikan sebagai "Sangat Baik" (Mutu Layanan A). Secara komparatif, aplikasi E-Kinerja (3,730) dinilai lebih baik daripada SIM-K (3,689). Dimensi efisiensi memperoleh skor tertinggi (93,36), sedangkan dimensi risiko mendapatkan skor terendah (89,99) karena kendala kestabilan aplikasi. Temuan spesifik mengidentifikasi kelemahan pada aspek ketersediaan sarana umpan balik dan kelengkapan fitur pada modul input kinerja. Rekomendasi utama mencakup pengembangan aplikasi berbasis smartphone, peningkatan stabilitas sistem guna meminimalisir error, serta penguatan mekanisme monitoring rutin bagi kedisiplinan ASN.