Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN ADVERTENSI TERHADAP LAYANAN PURNA JUAL DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN PT MASPION ELECTRONICS Aryanti; Bayu Gilang Baskara; Nur Mutmainah; Safitri Putri Derajat
KRAKATAU (Indonesian of Multidisciplinary Journals) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh advertensi dan layanan purnajual terhadap kepuasan pelanggan di PT Maspion Electronics. Menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif single cross-sectional, data dikumpulkan dari 130 responden yang merupakan pelanggan kategori LCD dan AC selama periode Oktober–Desember 2010 di Kota tangerang. Instrumen penelitian berupa kuesioner mengukur kepuasan pelanggan terhadap variabel advertensi dan layanan purnajual. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kepuasan pelanggan sebesar 111,65 dengan skor terendah 91 dan tertinggi 133. Analisis regresi linier menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dari advertensi (Ŷ = 72,406 + 0,347X1) dan layanan purnajual (Ŷ = 67,375 + 0,365X2) terhadap kepuasan pelanggan. Secara bersama-sama advertensi (iklan) dan layanan purnajual memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan yang menunjukkan peningkatan kepuasan pelanggan sebesar 0,586 satuan untuk setiap peningkatan kedua variabel tersebut. Uji normalitas, multikolinearitas, homogenitas, dan linearitas mengonfirmasi bahwa model regresi memenuhi syarat keberartian untuk prediksi. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah Iklan dan layanan purnajual memiliki peran penting dalam meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan secara signifikan.
Rekonstruksi Das Sollen Dan Das Sein Dalam Proyek Kereta Cepat Indonesia–China: Solusi Hukum Ekonomi dan Teknologi Terhadap Pembebanan APBN dan Utang Negara Efriza Malna Denta; Nur Mutmainah; Wusiat; Dzul Fadli; Iksan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4050

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketimpangan antara das sollen dan das sein dalam Proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC), khususnya terkait pergeseran skema pembiayaan yang berujung pada pembebanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta peningkatan utang negara. Secara normatif, proyek KCIC dirancang sebagai kerja sama business to business yang tidak menempatkan negara sebagai penanggung utama risiko pembiayaan. Namun dalam praktiknya, pembengkakan biaya dan pengembangan proyek telah mendorong keterlibatan negara melalui dukungan fiskal dan pengakuan utang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidaksesuaian antara perencanaan normatif dan implementasi empiris proyek KCIC serta merumuskan solusi hukum ekonomi dan teknologi guna mencegah risiko fiskal negara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan, yang didukung oleh data sekunder dari literatur hukum, kebijakan publik, dan sumber daring yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran skema pembiayaan dari korporasi ke negara telah menimbulkan ketidakpastian hukum, melemahkan disiplin fiskal, serta meningkatkan risiko utang negara dalam jangka panjang. Selain itu, ketidakjelasan batas tanggung jawab antara negara dan korporasi berdampak pada melemahnya prinsip tata kelola yang baik dalam pembangunan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan rekonstruksi kerangka hukum ekonomi dan teknologi untuk menegaskan peran negara sebagai regulator, menjamin keberlanjutan fiskal, serta memastikan pembangunan infrastruktur berbasis teknologi berjalan secara akuntabel.
Gambaran Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan Metode Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) di Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Nur Mutmainah; Tophan Heri Wibowo; Septian Mixrova Sebayang
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i2.1656

Abstract

Postoperative pain following Sectio Caesarea (SC) is a common clinical problem, reported within the first 24 hours in approximately 50-85% of patients. This postoperative pain can affect maternal comfort, early mobilization, and the recovery process. Theoretically, post-SC pain is associated with tissue trauma and nociceptive responses. Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) is an increasingly implemented method because it is considered capable of accelerating postoperative recovery and reducing pain intensity after surgical procedures. This study aimed to describe the distribution of post-Sectio Caesarea pain intensity based on patient characteristics. This research employed a descriptive quantitative design with an observational approach. Data were collected using a total sampling technique from all post-SC patients managed with the ERAS method at RSI Fatimah over a one-month period, with a total of 50 respondents. The research instrument used was the Visual Analogue Scale (VAS). Data were analyzed univariately in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that the majority of respondents were in early adulthood (26-35 years), accounting for 40 respondents (80.0%), multiparous women totaled 30 respondents (60.0%), maternal indications were found in 33 respondents (66.0%), and 27 respondents (54.0%) had no previous history of SC. Within the first 2 hours after SC, most mothers experienced mild pain (scale 1-3), totaling 31 respondents (62.0%). At 8 hours after analgesic administration, mild pain remained predominant, with 36 respondents (72.0%). In conclusion, most mothers who underwent Sectio Caesarea using the ERAS method experienced mild pain during the early postoperative period.