Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Slang dalam Komunikasi Virtual Pada Media Sosial oleh Generasi Z Amalia, Fidya; Umar, Fatmah; Zakaria, Ulfa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25281

Abstract

Bahasa slang adalah bahasa gaul yang tidak baku, dan banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh golongan remaja atau kelompok sosial tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna yang digunakan dalam komunikasi virtual pada media sosial tiktok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, catat dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengelompokkan data, klasifikasi data, pengkodean data, analisis data, penyajian data, dan menyimpulkan data dari hasil analisis. Berdasarkaan hasil penelitian yang ditemukan terdapat 4 bentuk slang yang digunakan dalam komunikasi virtual oleh generasi z pada media sosial tiktok, yaitu bentuk singkatan, bentuk salah ucap yang lucu, bentuk yang dipendekkan, dan bentuk interjeksi. Sedangkan makna slang yang digunakan dalam komunikasi virtual pada media sosial tiktok oleh generasi z terdapat dua makna yaitu makna denotasi dan makna konotasi. Dengan demikian penggunaan slang dalam komunikasi virtual pada media sosial tiktok oleh generasi z ditemukan 4 bentuk slang, yaitu (1) bentuk singkatan, (2) bentuk salah ucap yang lucu, (3) bentuk yang dipendekkan, (4) bentuk interjeksi. Makna slang dapat diketahui melalui uraian bahasa slang menggunakan makan denotasi dan makna konotasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah generasi z lebih cenderung menggunakan bentuk singkatan dan bentuk yang dipendekkan karena sederhana dan praktis sehingga memudahkan dalam berkomunikasi. Makna slang yang ditemukan dalam media sosial tiktok yakni makna denotasi dan makna konotasi.
Dinamika Interaksi Sosial di Era Dominasi Gawai: Perspektif Nilai Pancasila pada Mahasiswa Universitas Bhinneka PGRI Dirgantoro, Ajar; Djatmiko, Andreas Andrie; Amalia, Fidya
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 4 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i4.6749

Abstract

The dominance of gadget use has changed the pattern of student social interactions, thus creating challenges in maintaining social values ​​in the university environment. This study aims to describe the dynamics of student social interactions in the era of gadget dominance and analyze the implementation of Pancasila values ​​in the social interactions of students in the Pancasila and Citizenship Education (PPKn) Study Program at Bhinneka PGRI University. The study used a qualitative approach with a phenomenological type. Informants were selected through purposive sampling technique. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using an interactive analysis model that includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity testing through source and technique triangulation. The results show that student social interactions develop in a hybrid form of interaction that combines face-to-face and digital communication. The use of gadgets provides benefits in the form of ease of communication, access to information, and academic coordination, but also gives rise to phubbing behavior, reduced intensity of direct interaction, and the potential for miscommunication. Nevertheless, Pancasila values, such as empathy, tolerance, respect for diversity, and deliberation, remain implemented in student social life. These findings indicate that the dominance of gadgets does not eliminate the values ​​of Pancasila, but encourages the transformation of social interaction patterns that are more adaptive to the development of digital technology.