Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Hubungan Antara Perbuatan Pelanggaran (Fraud) Perbankan Dengan Prinsip Kepercayaan (Fiduciary Relation Principle) Sesuai Pasal 29 Ayat (4) Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 Djatmiko, Andreas Andrie; Sujai, Imam Sukwatus
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 3 No 2 (2017): September 2017
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraud represent a deed contempt of court (illegally), conducted by individual in and also outside organization, on the basis of intention or intention, as a mean to profit organization and also individual executing the action and can result incidence of a loss materially and also non- natural material by institution or company of banking specially. Categorize collision (such fraud) here conducted collision intentionally to procedure and also standard and or code of ethics, including but do not limited to collision having the character of criminal like transgression of crime and or regulation of banking of which can cause, almost cause or have caused loss of material and non-material to client or bank and or either through indirect or direct able to give advantage to worker, worker family or other third party. Application of number code/law 10 of 1998 as change of number code/law 7 on 1992 on banking expected to be able to give rule of law to itself bank and also client. To depositor client and also lender to get protection of adequate law and to bank alone is to realize stable and healthy banking system. Mentioned in Chapter of V number code/law 10 of 1998 about Construction and Observation, section 29 sentence (4) in giving credit and conduct other business activity, bank is obliged to go through the way of harmless of bank and importance of client entrusting its fund to bank.
PENGGUNAAN MODEL BELAJAR MURDER UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PKn KERJA SAMA NEGARA ASIA TENGGARA SISWA KELAS IX UPTD SMAN 1 KEDUNGWARU SEMESTER II TAHUN 2014/2015 Djatmiko, Andreas Andrie
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i1.329

Abstract

Mata pelajaran PKn mempunyai tujuan untuk menghadapi hubungan antara manusia yang semakin lama semakin kompleks dan intensif, akibatnya segala aspek yang menyangkut kehidupan manusia akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan pemahaman Pkn kerja sama negara Asia Tenggara siswa setelah diterapkannya model belajar murder pada Siswa Kelas IX UPTD SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung; (2) mengetahui pengaruh metode pembelajaran metode pembelajaran penemuan terbimbing bagi prestasi belajar siswa. Sedangkan hipotesis dalam penelitian ini jika model belajar murder diterapkan dalam proses pembelajaran maka pemahaman pkn kerja sama negara Asia Tenggara Siswa Kelas IX UPTD SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung akan meningkat. Beberapa Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, wawancara dan tes. Observasi untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Wawancara untuk mengetahui pengetahuan peran siswa serta untuk mengetahui interaksi siswa dan guru selama pembelajaran. Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran. Dari tes diperoleh nilai belajar siswa yang selanjutnya digunakan pengujian hipotesis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, angket dan tes. Dari hasil tersebut diperoleh nilai ketuntasan tes awal 55,56 %, tes siklus I 74,07 %, dan tes Siklus II 92,59 %. Terjadi peningkatan nilai dari tes awal, Siklus I dan Siklus II. Aktivitas guru dalam pembelajaran dari awal 70,00%, siklus I 73,33%, dan siklus II 81,48% menunjukkan peningkatan aktivitas guru. Aktivitas siswa dalam pembelajaran dari awal 53,75%, siklus I 73,75%, dan siklus II 96,25% menunjukkan peningkatan. Sehingga aktivitas guru dan siswa pada akhirnya tergolong sangat baik. Angket respon siswa dari awal 1,20, siklus I 1,28, dan siklus II 1,77 menunjukkan peningkatan. Pada akhirnya respon siswa tergolong sangat positif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model belajar Murder dapat meningkatkan pemahaman PKn kerja sama negara Asia Tenggara bagi Siswa Kelas IX UPTD SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK IDENTITAS BANGSA MULTIKULTUR Djatmiko, Andreas Andrie
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.338

Abstract

Di berbagai bangsa di belahan dunia manapun, persoalan identitas bangsa sedang dilandai berbagai persoalan. Hal itu dipicu oleh adanya kemajuan teknologi informasi yang pada akhirnya mempengaruhi berbagai sendi kehidupan manusia. Berbagai kebijakan dilakukan oleh masing-masing negara dengan tujuan membendung dampak negative dari penetrasi budaya asing ke berbagai budaya lokal yang mereka miliki. Indonesia sebagai bagian dari  masyarakat global dunia juga terpengaruh oleh arus budaya negatif  yang jika dibiarkan akan meniadakan berbagai budaya lokal yang selama ini menjadi identitas budaya setempat. Pemerintah Indonesia dengan berbagai program baik di bidang pendidikan, kebudayaan, teknologi dll mencoba membendung atau meminimalisir pengaruh negatif budaya asing agar tidak mempengaruhi generasi muda mendatang menjadi generasi yang tidak memiliki akar budaya. Kurikulum pendidikan yang berbasis pada  pendidikan karakter  diharapkan menjadi salah satu instrumen yang mampu memfilter pengaruh buruk yang datang dari budaya asing. Sebagai bangsa yang beragam budaya (multikultur) maka pengembangan kurikulum ditekankan pada pengembangan muatan lokal yang berbasis pada budaya setempat tanpa meninggalkan modernisasi terutama dalam teknik dan media pembelajaran dengan menitik beratkan pada penguasaan teknologi informasi. Perubahan gaya hidup yang melanda generasi muda di berbagai belahan negara tidak harus dihadapi secara emosional dengan menutup segala pintu masuk ke berbagai budaya lokal , akan tetapi disikapi dengan membentengi generasi muda Indonesia dengan karakter yang berbasis pada jati diri manusia Indonesia yang mengedepankan ramah tamah, murah senyum,religious,gotong royong sekaligus memiliki integritas moral dan penguasaan
AKTUALISASI PRINSIP 5C (PRINSIP-PRINSIP LIMA) PADA PELAKSANAAN PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK ATAS TANAH BELUM BERSERTIFIKAT Djatmiko, Andreas Andrie
Jurnal YUSTITIABELEN Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Tulungagung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.641 KB)

Abstract

Salah satu produk yang dimiliki oleh lembaga keuangan bank dan juga non bank yang memiliki produk kredit risiko cukup besar. Risiko kredit dapat terjadi akibat kecacatan klien dalam membayar kewajibannya yang telah ditentukan dalam perjanjian kredit oleh pihak Bank kepada klien. Oleh karena itu, lembaga keuangan bank dan non bank harus berhati-hati dan selektif dalam memberikan kredit kepada klien, misalnya dengan memperhatikan prinsip-prinsip pemberian kredit yang diakui dengan Prinsip 5C (Prinsip Lima C). Dalam manajemen kredit ini akan selalu berhubungan dengan masalah jaminan. Sudah dikenal dengan jaminan memiliki arti yang sangat penting dalam pelaksanaan kredit. Salah satu bentuk jaminan yang dapat dijamin adalah tanah. Sertifikat tanah merupakan bukti kepemilikan yang kuat sehingga memberikan kepercayaan lebih kepada lembaga pembiayaan dan bank. Namun tidak hanya lahan yang merupakan sertifikat yang dapat dibuat dengan hak atas tanah tanpa sertifikat. Untuk itu diperlukan bidang yang sangat hati-hati dalam menganalisis dan Prinsip aktualisasi 5C (The Five C'S Principles) pada saat melaksanakan perjanjian kredit khususnya pada calon debitur memberikan hak atas tanah tanpa sertifikat sebagai bentuk dukungan aksi untuk memberikan perlindungan hukum kepada pemberi hak kredit ( kreditur) dalam hal ini bank lembaga keuangan dan juga bukan bank.
Penguatan Strategi Pemasaran Dan Pengolahan Produk Secara Inovatif Sebagai Optimalisasi Eksistensi BUMDes Dan Pelaku UMKM di Era New Normal Djatmiko, Andreas Andrie; Cahyoadi, Bayu
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v8i2.1792

Abstract

ABSTRAKSejumlah  upaya  pemerintah  untuk  mempertahankan dan mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya yang ada di daerah pedesaan telah dilakukan.  Namun  dalam  kenyatannya,  akselerasinya sangat  variatif sehingga diperlukan upaya terus menerus, apalagi dalam konteks kekinian. Sejak adanya Pandemic Covid-19 atau lebih tepatnya di era new normal ini upaya penguatan strategi pemasaran dan pengolahan produk secara inovatif perlu dilakukan oleh pemangku kebijakan yang ada di desa dalam rangka mengembangankan ekonomi            desa. Salah satunya adalah dengan cara membentuk lembaga profesional seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mana selain bertujuan untuk melayani masyarakat, sisa hasil usahanya dapat pula menambah sumber pendapatan desa. Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu desa yang mempunyai sebuah potensi dalam menguatkan strategi pemasaran dan pengolahan produk-produk lokalnya secara inovatif yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM yang ada di desa tersebut. Namun memang harus diakui belum optimalnya Eksistensi BUMDes dan pelaku UMKM yang ada di desa Gondosuli menyebabkan potensi pemasaran dan pengolahan atas produk-produk lokalnya menjadi kurang maksimal. Melalui program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam menguatkan strategi pemasaran dan pengolahan produk-produk yang telah dihasilkan oleh masyarakat desa Gondosuli secara inovatif sebagai wujud dari optimalisasi eksistensi BUMDes dan para pelaku UMKM yang ada di desa Gondosuli khususnya pada era new normal ini. Kata Kunci: Penguatan Strategi Pemasaran Dan Pengolahan Produk Secara Inovatif, Optimalisasi Eksistensi Bumdes Dan Pelaku UMKM Di Era New Normal
Pengaruh Media Sosial Tiktok Terhadap Minat Belajar Mahasiswa di Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung Djatmiko, Andreas Andrie; Putra, Teovanda Dinda Syah
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v4i2.2403

Abstract

TikTok menjadi salah satu media sosial yang paling populer, memiliki berbagai konten, mulai dari hiburan ringan hingga informasi pendidikan. Akibatnya, sangat penting untuk melakukan penelitian tentang sejauh mana keberadaan TikTok sebagai sumber hiburan dapat mempengaruhi fokus dan minat siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sebanyak 123 mahasiswa dari program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadi populasi penelitian ini. Penyebaran kuesioner merupakan strategi sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Pengujian statistik dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa 123 mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menunjukkan bahwa ada hubungan antara (X) dan (Y) pengaruh media sosial TikTok terhadap minat belajar siswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Dengan demikian, nilai F hitung pada kolom F sebesar 8,604 dan nilai F tabel sebesar 3,92. Selain itu, berdasarkan hasil uji, koefisien korelasi pada kolom R kotak sebesar 0,795 dan nilai determinan pada kolom R kotak yang disesuaikan sebesar 0,792, atau 79,2% dari total nilai.
KAJIAN YURIDIS PELAKSANAAN PERJANJIAN SEWA MENYEWA KIOS PASAR TUNGGANGRI MENURUT PRINSIP-PRINSIP PERJANJIAN Wahyuni, Rita Tri; Djatmiko, Andreas Andrie
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 1 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjanjian yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah perjanjian yang telah diatur oleh hukum perundang-undangan, seperti sewa menyewa. Sebagai sebuah perjanjian, maka perjanjian harus mengikuti prinsip-prinsip hukum perjanjian. Objek dalam perjanjian sewa menyewa salah satunya ialah kios pasar. Perjanjian sewa menyewa kios pasar dilakukan oleh Pihak BUMDes Srikandi dengan Pihak Pedagang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode yuridis normatif, melakukan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Data tersebut diolah dengan metode reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Selain itu pengecekan keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferability, dependability, dan konfirmability. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa perjanjian sewa menyewa kios pasar yang dilakukan Pihak BUMDes dan Pihak Pedagang dilakukan tidak sepenuhnya menerapkan ketentuan serta prinsip-prinsip perjanjian yang berlaku. Pada perjanjian sewa menyewa kios pasar ini, telah ditentukan apabila terjadi permasalahan saat perjanjian berlangsung diselesaikan dengan cara melalui jalur non litigasi yakni penyelesaian bermusyawarah secara kekeluargaan dari kedua belah pihak sampai adanya kata mufakat.
IMPLEMENTASI POLICE GOES TO SCHOOL SEBAGAI STRATEGI POLANTAS DALAM MEGURANGI PENGGUNAAN TRANSPORTASI SEPEDA MOTOR SISWA DI BAWAH UMUR Nadiroh, Irma Kholifatun; Djatmiko, Andreas Andrie
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 2 No 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan transportasi sepeda motor oleh remaja di bawah umur 17 tahun tidak diperkenankan karena menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwa anak-anak pelajar yang masih dibawah umur dilarang mengendarai motor. Karena dilihat dari sisi aspek kejiwaan masih memiliki sifat labil dalam mengendalikan emosionalnya. Maka dari itu polantas membuat program untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor bagi siswa dibawah umur. Program Police Goes To sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas dan peningkatan kesadaran akan aturan berlalu lintas di kalangan siswa. Dari pemaparan di atas, memotivasi saya untuk melakukan sebuah penelitian yang berjudul “Implementasi Police Goes To School Sebagai Strategi Polantas Dalam Mengurangi Penggunaan Transportasi Sepeda Motor Oleh Siswa Dibawah Umur”. Agar meminimalisir angka kecelakan yang di akibatkan oleh pelajar. Metode penelitian yang digunakan dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data ini menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang bisa menghambat program adalah adanya beberapa faktor seperti komunikasi, sumber daya, dan struktur birokrasi faktor komunikasi menghambat mencangkup bagaimana penyampaian materi yang tidak tersampaikan secara jelas dan pelaksanaan program yang hanya dilakukan sekali pada sekolah. Faktor sumber daya yang menghambat berupa kurangnya personil dan tidak adanya anggaran khusus utuk program. Sarana dan prasarana yang terbatas belum adanya SOP yang secara spesifik menjadi pedoman dalam implementasi program.
Implementasi Bentuk Ganti Rugi Menurut Burgelijk Wetboek (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) Indonesia Djatmiko, Andreas Andrie; Setyaningrum , Fury; Zainudin, Rifana
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 2 No. 1 (2022): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v1i7.350

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjabarkan secara tepat perihal kerugian baik yang berupa materiil maupun immaterial yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia supaya jelas pengimplementasian bentuk ganti rugi menurut Burgelijk Wetboek (BW) atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Metode penelitian adalah pendekatan yuridis normatif yang merupakan penelitian kepustakaan, yaitu penelitian terhadap data sekunder atau data kepustakaan. Dalam hukum perjanjian perbuatan merugikan orang lain ini dinamakan wanprestasi. Akibat dari wanprestasi tersebut menyebabkan sebuah akibat hukum, dalam masyarakat, umumnya salah satu bentuk dari akibat hukum tersebut adalah berupa timbulnya ganti rugi. Hasil wanprestasi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat diajukan ganti rugi sebagai hasil dari suatu perbuatan melawan hukum yang diberikan dalam bentuk kerugian materiil. Namun bentuk-bentuk kerugian dapat dibedakan atas dua bentuk yakni kerugian materiil dan kerugian immaterial, namun yang terjadi, bentuk ganti rugi yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia hanyalah bentuk ganti rugi yang berupa materiil saja.
Dampak Yuridis Anomali Penerapan “Asas Lex Specialis Derogat Legi Generali” Dalam Ketentuan Hukum Pidana Indonesia Djatmiko, Andreas Andrie; Sanjaya, Roby; Hidayati, Rizna Khoirul
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 3 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v2i8.929

Abstract

Dengan berlatar belakang pada yang terjadi di lapangan, saat Kejaksaan Agung mengeluarkan statement untuk memberikan keringanan bagi para pelaku korupsi dibawah lima puluh juta dengan alasan mahalnya biaya dalam menangani sebuah perkara korupsi dan mengingat pelaku baru pertama kali melakukan sebuah tindak pidana dan juga dalam hal prosedur penahanan penanganan perkara antara penggelapan barang fidusia dengan non fidusia.  Penelitian ini mengkaji dan menganalisa adanya anomali penerapan Asas lex specialis derogat legi generali dalam ketentuan pidana yang dilaksanakan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dan yuridis empiris yang bersifat deskriptif analitis, mencoba mendapatkan gambaran menyeluruh tentang anomali penerapan Asas Lex Specialis Derogat Legi Generali dalam ketentuan hukum pidana Indonesia. Hasil dari Penelitian ini memberi masukan kepada badan Legislatif dan Eksekutif sebagai perancang dan pembentuk undang-undang agar selalu mengedepankan asas-asas yang ada dalam hukum saat merancang kebijakan-kebijakan yang akan diberlakukan, sehingga dapat meminimalisir anomali hukum yang terjadi di lapangan.