p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Niar Nurmauli
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Lampung University (Google Scholar ID: zWNLnx8AAAAJ)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI ATRAZIN 500 g/l PADA PERTANAMAN JAGUNG Hidayat Pujisiswanto; Niar Nurmauli; Herry Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.9917

Abstract

Salah satu metode pengendalian gulma yang diminati oleh petani, adalah herbisida, karena lebih efektif dan efisien dalam mengendalikan gulma, herbisida yang dapat mengendalikan gulma pada pertanaman jagung antara lain adalah Atrazin. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan  Natar dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung, bulan Agustus - November 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol (tanpa penyiangan), (2) Penyiangan manual menggunakan cangkul pada 14 HST, (3) Atrazin 500 g ha-1, (4) Atrazin 750 g ha-1, (5) Atrazin 100 g ha-1, (6) Atrazin 1250 g ha-1, dan Atrazin 1500 g ha-1. Masing-masing dosis formulasi setara 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; dan 3 liter ha-1.  Atrazin disemprotkan saat tanaman jagung berumur 14 HST hanya sekali dilakukan. Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett dan aditifitas data diuji dengan Uji Tukey, jika asumsi terpenuhi, maka dilanjutkan dengan analisis ragam, pengujian nilai tengah menggunakan orthogonal kontras dan orthogonal polynomial, semua pengamatan diuji pada taraf uji 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1)  pengendalian gulma manual dan Atrazin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung lebih tinggi daripada tanpa pengendalian gulma, pada bobot kering brangkasan, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 butir, dan hasil biji (t/ha).  (2) pengendalian gulma cara manual (cangkul) tidak berbeda dengan aplikasi herbisida Atrazin terhadap bobot kering brangkasan tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 butir, dan hasil biji (t/ha), dan (3) Setiap penambahan 1 g Atrazin akan menekan pertumbuhan gulma sebesar 0,0106 g bobot kering gulma total dan setiap penambahan 1 g dosis Atrazin akan meningkatkan diameter tongkol jagung sebesar 0,0003 cm atau 0,03 mm.
STUDI MENGENAI VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KEDELAI BARU DAN LAMA Paul Benyamin Timotiwu; Niar Nurmauli; Fakhira Hamidah Khairunnisa
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6450

Abstract

Pemilihan benih bermutu sangat tergantung pada umur benih karena berpengaruh terhadap peningkatan hasil kedelai. Pengujian viabilitas dan vigor benih perlu dilakukan untuk mengetahui mutu benih kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola perkecambahan, viabilitas dan vigor antara benih kedelai baru dan lama. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan perlakuan faktor tunggal dengan umur simpan 3 bulan (benih kedelai baru) dan 14 bulan (benih kedelai lama) dalam rancangan acak lengkap (RAL), serta setiap satuan percobaan diulang sebanyak 10 kali. Data yang dihasilkan kemudian diuji keseragaman menggunakan uji Barlett. Perbedaan antarperlakuan dilakukan uji t-student. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Benih kedelai lama berkecambah lebih lambat dibandingkan benih kedelai baru, berdasarkan hasil pola perkecambahan, (2) Benih kedelai baru menunjukkan viabilitas yang lebih tinggi dengan kecambah normal 94% dan vigor (kecepatan berkecambah 38,63%; dan indeks vigor 92,8), sedangkan pada benih lama menghasilkan viabilitas kecambah normal 81,4% dan vigor (kecepatan berkecambah 21%, dan indeks vigor 79,2).