Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Sekolah Kampung Kawan Alam: Edukasi Ekowisata Dan Wirausaha Anak Melalui Inovasi Limbah Pertanian Lusiana; Delvi Suleman; Siti Nurcahyati Abdussamad
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4180

Abstract

Abstract: The community service program was conducted at Sekolah Kampung Alam in Dutohe Village, Bone Bolango Regency, with the primary objective of enhancing children’s skills, creativity, and ecological awareness through the utilization of agricultural waste. The main problem faced by the school is the lack of integration of environmental potential into the curriculum, resulting in limited opportunities for children to gain direct experience in processing local resources. The activities were carried out through socialization, teacher and student training, implementation of simple technologies, mentoring, as well as monitoring and evaluation. The training materials included compost production, handicrafts made from agricultural waste such as dried banana leaves and corn husks, and digital promotion through social media platforms. The results of the program indicate improvements in three main aspects. First, teachers and students demonstrated increased knowledge regarding the concepts of ecotourism and waste management. Second, there was a positive shift in attitudes, reflected in stronger environmental concern and higher interest in entrepreneurship. Third, skills in processing agricultural waste developed, although they still require continuous improvement. Furthermore, community involvement contributed to the establishment of a holistic, empowered, and sustainable educational ecosystem. This program underscores the role of Sekolah Kampung Alam as both an environmental-based ecotourism education center and a medium for community empowerment. Keywords: agricultural waste innovation; community empowerment; educational ecotourism; nature school Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Kampung Alam Desa Dutohe, Kabupaten Bone Bolango, dengan tujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kesadaran ekologis anak melalui pemanfaatan limbah pertanian. Permasalahan utama sekolah adalah kurangnya integrasi potensi lingkungan ke dalam kurikulum, sehingga anak-anak belum memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sumber daya lokal. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, implementasi teknologi sederhana, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi pembuatan pupuk kompos, kerajinan tangan dari limbah pertanian seperti daun pisang kering dan klobot jagung, serta promosi digital melalui media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada tiga aspek utama: pengetahuan guru dan siswa meningkat terkait konsep ekowisata dan pengelolaan limbah, sikap menunjukkan perubahan positif berupa kepedulian lingkungan dan minat berwirausaha yang lebih tinggi, serta keterampilan dalam mengolah limbah pertanian berkembang meskipun masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Selain itu, keterlibatan masyarakat turut memperkuat terciptanya ekosistem pendidikan yang holistik, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini menegaskan peran Sekolah Kampung Kawan Alam sebagai pusat edukasi ekowisata berbasis lingkungan sekaligus media pemberdayaan masyarakat. Kata kunci: ekowisata edukatif; inovasi limbah pertanian; pemberdayaan masyarakat; sekolah alam
Buffalo Agribusiness and Rural Household Income: Mediating Effects of Farmer Characteristics in Lindu District, Indonesia Sayekti Handayani; Suparmin Fathan; Haerani Maksum; Afandi Afandi; Hasnadia Hasnadia; Siti R. Machieu; Ramlan Mustapa; Safriyanto Dako; Delvi Suleman
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 7, ISSUE 2, 2026: JANUARY-JUNE
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v7i2.37003

Abstract

Buffalo farming is an important part of agribusiness activities that play a role in supporting the economy of rural livestock families. Buffalo farming contributes to family income beside providing a source of food and labor. Buffalo farming agribusiness needs to be continuously optimized with the hope of optimizing the capital and competency aspects of farmers in order to optimize the economy and family income. The study aims to determine (1) the contribution of buffalo agribusiness to family income, and (2) analyze the influence of land area (capital factor) and farmer experience (competence) on family income through livestock agribusiness. The research used a Mixed Method Sequential Explanatory approach. The data source in this study was primary data from questionnaires distributed to 85 livestock farmers, followed by interviews, observation, and documentation. Data analysis used descriptive statistics, path analysis, and Sobel test. Research results showed that Buffalo agribusiness contributed an average of 44.09% to family income, with the lowest contribution of 2.23% and the highest 98.48%. Path analysis showed that land area and livestock farmer experience did not have a significant direct effect on family income, with land area being more influential than farmer experience. However, the Sobel test showed that land area and livestock farmer experience had a positive and significant effect when using buffalo agribusiness income as a mediating variable, farmer experience was the most dominant influence in indirect effect. Income from buffalo agribusiness plays a strategic role in increasing the influence of capital and livestock farmer competency on household economic well-being. These results emphasize the importance of strengthening an integrated, land-based, and experience-based buffalo agribusiness system, policy interventions in the form of capacity-building training for farmers, optimal utilization of land resources, and institutional support to enable buffalo agribusiness to become a primary pillar in strengthening family economic resilience.
PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM MENINGKATKAN TARAF EKONOMI KELUARGA DI DESA TUPA KECAMATAN BULANGO UTARA Rahma Melana; Agustinus Moonti; Delvi Suleman
Jambura Journal of Food Technology Vol 8, No 01 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v8i01.38396

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha tani kelompok wanita tani di desa tupa kecamatan bulango utara, mendeskripsikan peran kelompok wanita tani dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga di desa tupa kecamatan bulango utara. Jenis penelitian yang digunakan Adalah deskritif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang terdiri dari kelompok wanita tani. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara kepada kelompok wanita tani menggunakan kuisoner dengan skala likert kemudian diberikan skor sehingga mendapatkan kategori sangat berperan, berperan, cukup berperan, dan tidak berperan. Dan di analisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan tujuh indicator, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan, akses terhadap informasi dan teknologi, penguatan kerja sama dan jejaring, peningkatan pendapatan, pemenuhan kebutuhan rumah tangga, kestabilan ekonomi keluarga, peningkatan aset dan produktifitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani kelompok wanita sebesar Rp 2.292.000 per musim tanam. Pendapatan ini berasal dari kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman hortikultura/luar sektor pertanian seperti cabai, tomat, kangkung, terong, dan sayuran lainnya yang dikelola oleh anggota kelompok. Setiap anggota menerima Rp76.400 atau sekitar 3,8% dari pendapatan rumah tangga. Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, Pendapatan, Ekonomi Keluarga