Muhammad Harfandi Harahap
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Karya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh PDRB, Upah Minimum Provinsi, dan Inflasi Terhadap Pengangguran di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2011–2023 Harbain Harbain; Muhammad Harfandi Harahap
Accounting Progress Vol. 5 No. 1 (2026): Accounting Progress Edisi Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70021/ap.v5i1.307

Abstract

Pengangguran merupakan isu penting dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Produk Domestik Bruto Regional (PDB), Upah Minimum Provinsi (UMP), dan Inflasi di Provinsi Sumatera Utara pada periode 2011–2023. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, berbagai jurnal ilmiah, dan lain-lain. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) dan perangkat lunak statistik SPSS 26. Hasil persamaan regresi linier adalah Y = 6,419 − 0,125X1 + 0,006X2 + 0,064X3 + ε. Uji T sebagian menunjukkan hanya PDRB yang memiliki hubungan negatif dan yang lainnya juga positif, dan tidak ada yang signifikan. Pada uji t, PDRB tidak signifikan terhadap pengangguran (t hitung = -1,704 > t tabel (1,812) atau sig = 0,123 > 0,05). Pada uji t, Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak signifikan terhadap pengangguran (t hitung = 0,183 > t tabel (1,812) atau sig = 0,859 > 0,05)). Pada uji t, Inflasi tidak signifikan terhadap pengangguran (t hitung = 1,191 > t tabel (1,812) atau sig = 0,264 > 0,05). Secara simultan, variabel PDRB, Upah Minimum Provinsi (UMP), dan Inflasi memiliki hubungan positif tetapi tidak signifikan terhadap pengangguran (F hitung = 1,160 < F tabel 3,86 dan sig = 0,377 > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) hanya 0,279% yang menunjukkan bahwa 99,279% variasi pengangguran dijelaskan oleh diluar ketiga variabel tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran di Provinsi Sumatera Utara dapat dikurangi dengan meningkatkan jumlah pekerja di sektor padat karya, Upah Minimum Provinsi dapat diterima oleh kedua pihak, dan inflasi dikendalikan secara berkelanjutan untuk menjaga daya beli masyarakat
Analisis Hubungan Kemiskinan, Angka Melek Huruf Dan PDRB Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Sumatera Utara Harbain Harbain; Muhammad Harfandi Harahap; Restu A Suryaman
Management And Business Progress Vol. 4 No. 2 (2025): Management and Business Progress Edisi Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70021/mbp.v4i2.254

Abstract

Income inequality is a crucial issue in sustainable economic development. This study aims to analyze the relationship between poverty rates, literacy rates, and Gross Regional Domestic Product (GRDP) and income inequality in North Sumatra Province during the 2012–2024 period. The data used are secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of North Sumatra Province and the Central Statistics Agency (BPS) of Indonesia. The analytical method used is multiple linear regression with the Ordinary Least Squares (OLS) approach. The results of the study show that partially, only the literacy rate has a negative and significant effect on income inequality (t = -2.778; sig = 0.021) because t count = -2.778 > from t table (1.833) and significant sig = 0.021 < 0.05, while poverty has a positive and insignificant effect (t = 1.463; sig = 0.177) and GRDP has a negative but insignificant effect (t = -0.455; sig = 0.660). Simultaneously, the variables of poverty, GRDP, and literacy rate have a significant effect on income inequality (F count = 7.855; sig = 0.007). The coefficient of determination (R²) value of 0.724 indicates that 72.4% of the variation in income inequality is explained by these three variables. The results of this study indicate that income inequality in North Sumatra Province can be reduced by improving the quality of education (through increasing literacy rates). Future economic development policies should emphasize equitable access to education across the province.