Syamuddin Harahap
POLITEKNIK LPP YOGYAKARTA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Palmgrow sebagai Alternatif Media Tanam Hidroponik Berbahan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Syamuddin Harahap; Pande Raja Aruan; Yanu Dwi Aryanto
Jurnal Pengelolaan Perkebunan (JPP) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik LPP Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54387/jpp.v5i2.63

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah terbesar dalam proses pengolahan kelapa sawit. Pengolahan setiap 1 ton kelapa sawit menghasilkan 23% atau 230 kg biomassa TKKS. Keberadaan TKKS yang berlebihan dapat menimbulkan bau busuk dan memicu tumbuhnya jamur yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit di sekitarnya. Pemanfaatan TKKS sebagai media tanam hidroponik memiliki keuntungan sebagai limbah padat yang dapat didaur ulang sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas media alternatif palmgrow yang ramah lingkungan sebagai media tanam hidroponik alternatif dan untuk mengetahui apakah media tanam alternatif palmgrow yang berbahan dasar TKKS dapat memenuhi syarat sebagai media tanam hidroponik. Metode penelitian ini adalah metode eksperimental analisis deskriptif dengan 4 perlakuan P1, P2, P3 dan P4. Setiap perlakuan hanya dibedakan dengan komposisi perekat yaitu 15gr, 17,5gr, 20gr, dan 22,5gr yang diulang sebanyak 3 kali. Pengujian yang dilakukan diantaranya uji daya serap, uji kerapatan, uji pH, dan uji kandungan unsur hara. Berdasarkan hasil uji palmgrow yang terbuat dari bahan baku TKKS dapat memenuhi persyaratan media tanam hidroponik di mana palmgrow memiliki daya serap yang berkisar antara 52-59%, kerapatan 0,59 - 0,71 gr/cm3, nilai pH yaitu 5,5-6,5 dan kandungan unsur hara esensial yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada sistem hidroponik.
Comparative Analysis of Oil Palm Production in Areas with and without Land Application of POME Fachrul Egar; Syamuddin Harahap; Salwa Alya Putri Lubis; Parlindungan Gultom
Tropical Plantation Journal Vol 5, No 2 (2026): TROPICAL PLANTATION JOURNAL
Publisher : Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56125/tpj.v5i2.99

Abstract

The oil palm industry plays an important role in Indonesia’s economy. One of the key issues in plantation management is the utilization of Palm Oil Mill Effluent (POME). This study aims to analyze the differences in Fresh Fruit Bunch (FFB) production between land application and non-land application areas at PT Perkebunan Nusantara IV Regional III Sei Garo Estate. This study used a quantitative comparative method with a time series approach based on secondary data from 2022–2025. Variables observed included average bunch weight (kg/bunch), number of bunches (bunch/ha), and FFB production (ton/ha/semester). Data analysis included descriptive statistics, Shapiro–Wilk normality test, and Independent Sample t-test. The results showed that average FFB production in land application areas (10.29 ton/ha/semester) was slightly higher than non-application areas (10.06 ton/ha/semester). However, statistical tests indicated no significant differences in average bunch weight (p=0.945), number of bunches (p=0.068), and FFB production (p=0.881). It is concluded that POME application tends to increase production, although the effect is not statistically significant