Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Filsafat Ilmu Dalam Menghadapi Disrupsi Pengetahuan Di Era Digital Fatiya Nadhrah; Harisman; Guntur Rambey
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat ilmu dalam menghadapi disrupsi pengetahuan di era digital, khususnya dalam menegaskan validitas dan otoritas pengetahuan hukum serta implikasinya terhadap teori dan praktik hukum. Kajian ini menggunakan landasan teori filsafat ilmu yang meliputi dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis sebagai kerangka analisis utama, serta didukung oleh pemikiran filsafat hukum dan teori hukum transformatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan filosofis dan konseptual. Data penelitian bersumber dari bahan hukum sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, berupa buku, jurnal ilmiah nasional berbahasa Indonesia, serta peraturan perundang-undangan yang relevan dengan isu hukum digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, pengklasifikasian, dan analisis kritis terhadap literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah mengubah realitas hukum, cara pengetahuan hukum dibentuk, serta orientasi nilai dalam praktik hukum. Filsafat ilmu berperan penting dalam menjaga rasionalitas, legitimasi, dan orientasi nilai hukum agar tidak tereduksi menjadi sekadar instrumen teknologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pendekatan filosofis dalam pengembangan hukum digital merupakan prasyarat penting untuk menjaga keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan di tengah disrupsi pengetahuan era digital.
PROTECTION OF HUMAN RIGHTS OF ILLEGAL MIGRANT WORKERS: AN INTERNATIONAL LEGAL PERSPECTIVE Rani Salsabila Dalimunthe; Harisman
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 2 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19437102

Abstract

The increase in international migration has led to a growing number of migrant workers in irregular or illegal situations, especially from developing countries such as Indonesia. In reality, illegal migrant workers are often seen solely as violators of immigration laws, so their presence is often associated with repressive actions such as detention and deportation. In addition, the presence of illegal migrant workers often creates vulnerabilities, including exploitation, discrimination, human trafficking, and limited access to justice. This study aims to analyze the understanding of human rights protection for illegal migrant workers and state responsibilities in the context of international law. The method used in this study is normative legal research with a legislative and conceptual approach, through an analysis of international legal instruments such as the Universal Declaration of Human Rights, ICCPR, ICESCR, and ILO Convention No. 143 of 1975. The research findings show that illegal migration status does not eliminate the basic rights of migrant workers as individuals with human rights. The state is responsible for respecting, protecting, and fulfilling the rights of illegal migrant workers without discrimination. This protection includes the right to decent working conditions, fair wages, protection from exploitation, and access to justice. Therefore, migration policies based on human rights and alignment of national laws with international legal standards are needed to ensure humane and fair protection for irregular migrant workers.