Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Teori dan Kritik Terhadap Arsitektur Masjid 99 Kubah Makassar Ria Selfiyani Bahrun; Suci Qadriana Ramadhani
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.97

Abstract

Masjid 99 Kubah merupakan salah satu bangunan terunik di kota Makassar yang memiliki fungsi sebagai bangunan ibadah sekaligus dengan fungsi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teori dan kritik arsitektur untuk melihat bagaimana hubungan aspek sejarah, fenomena arsitektur serta beberapa konteks sosial budaya yang mempengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi untuk mengaitkan teori dan kritik arsitektur yang ada terhadap fisik bangunannya. Jenis teori dan kritik arsitektur yang digunakan adalah deskriptif (deskripsi fisik bangunan berdasarkan fakta lapangan), interpretatif (menafsirkan bangunan tanpa ada unsur menghakimi), dan kritik fungsionalisme (melihat kesesuaian bangunan dengan fungsinya) yang diuraikan penjelasannya sebagai temuan dari hasil analisis studi kasus di lapangan. Hasil dari penelitian Masjid 99 Kubah adalah arsitektur islam yang diadaptasi dengan gaya arsitektur timur tengah dengan penggabungan style Byzantium dan Ottoman. Bukaan pintu dan jendela memiliki bentuk tradisi islami dan klasik namun ditampilkan dengan material post modern. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menambah wawasan bagi semua kalangan baik akademisi maupun masyarakat.
Integrasi Analisis Kerentanan dan Desain Bangunan Ukur dalam Mitigasi Banjir Skala Desa Frans Mitran Ajami; Ria Selfiyani Bahrun; A. Fahmi Indrayani; Firdaus Ikram
Jurnal Linears Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rytn8428

Abstract

ABSTRAK: Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan, infrastruktur, serta kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan analisis kerentanan banjir dengan perancangan bangunan ukur adaptif sebagai infrastruktur mitigasi berbasis desa di Desa Leyao, Gorontalo Utara. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial berbasis GIS dengan teknik overlay, scoring, dan pembobotan terhadap parameter topografi, curah hujan, jarak ke sungai, penggunaan lahan, serta kepadatan permukiman, yang dipadukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk merumuskan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah utara desa memiliki tingkat kerentanan tinggi hingga sangat tinggi, sehingga menjadi prioritas dalam penempatan bangunan ukur dengan desain adaptif seperti peninggian elevasi lantai, fondasi beton bertulang, dan dinding kedap air. Integrasi ini terbukti meningkatkan efektivitas pemantauan hidrologi dan sistem peringatan dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terintegrasi mampu memperkuat mitigasi banjir skala komunitas. Implikasinya, model ini dapat diterapkan sebagai acuan pengembangan infrastruktur mitigasi berbasis masyarakat di wilayah rawan banjir lainnya.  Kata kunci: Banjir, Mitigasi Bencana, Analisis Kerentanan, Bangunan Ukur, GIS    ABSTRACT: Flooding is a frequent disaster in Indonesia, causing significant impacts on the environment, infrastructure, and socio-economic conditions of communities. This study aims to integrate flood vulnerability analysis with the design of adaptive measuring structures as village-scale mitigation infrastructure in Leyao Village, North Gorontalo. The method employs GIS-based spatial analysis using overlay, scoring, and weighting techniques on parameters including topography, rainfall, river proximity, land use, and settlement density, combined with a qualitative descriptive approach to formulate design criteria. The results indicate that the northern area has high to very high vulnerability, making it a priority for locating measuring structures with adaptive features such as elevated floors, reinforced concrete foundations, and waterproof walls. This integration enhances hydrological monitoring and early warning system effectiveness. The study concludes that such an integrated approach strengthens community-based flood mitigation. The implication is that this model can serve as a reference for developing sustainable, community-oriented mitigation infrastructure in other flood-prone areas. Keywords: Flood, Disaster Mitigation, Vulnerability Analysis, Measuring Structure, GIS