Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Soil Amendments and Shading on the Yield of Red Chili (Capsicum annum L.) in a Sandy Dryland Lalu Wahyu Ardis Pandya; I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso; Jayaputra
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9818

Abstract

Low nutrient along with intense sunlight levels in sandy drylands, often lead to poor crops yield. This study examined the effects of soil amendments and shading on the yield of red chili plants cultivated in a sandy (70% sand, 15% clay and 15% silt) dryland environment. The experiment was conducted in Gumantar Village, North Lombok Regency from May to September 2024. The C-organic content of the soil was 1.11% with only 0.09% of total nitrogen. The soil amendment treatments included no soil amendment, chicken manure, and seaweed biochar. The shading treatments consisted of two levels: no shading and shading using a 200-micron UV plastic with 14% diffusive ultraviolet ray. All treatments were arranged factorially using a randomized block design with three replications. The results indicated that soil amendments and shading did not significantly affect plant growth, certain soil chemical properties, or microbial populations, possibly due to its short time effect. However, both types of soil amendments and UV plastic shading increased the yield of red chili plants by approximately 6.0% compared to the treatment without any amendments or without shading. This study shows that soil amendment and shading with UV plastic improve tomato yield in sandy dryland soils.
Dinamika Ritme Pertumbuhan Tajuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.): Tinjauan terhadap Flush Daun, Arsitektur Kanopi, Naungan, dan Pengelolaan Tajuk Bambang Budi Santoso; Jayaputra; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/trjfzr69

Abstract

Pertumbuhan tajuk tanaman kakao (Theobroma cacao L.) berlangsung secara ritmis melalui kemunculan daun muda atau flush, pematangan daun, dan fase dormansi tunas. Dinamika ini menentukan efisiensi intersepsi cahaya, keseimbangan vegetatif-generatif, serta kemampuan tanaman mendukung pembentukan bunga dan buah. Artikel ini bertujuan mengulas dinamika ritme pertumbuhan tajuk kakao berdasarkan sintesis literatur nasional dan internasional, dengan penekanan pada mekanisme flush daun, pengendalian fisiologis, pengaruh lingkungan, arsitektur kanopi, naungan, pemangkasan, dan implikasinya terhadap produktivitas. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka naratif-integratif terhadap artikel ilmiah, prosiding, buku akademik, dan publikasi lembaga penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ritme pertumbuhan tajuk kakao dipengaruhi oleh interaksi faktor endogen, seperti aktivitas meristem, hormon, umur daun, dan alokasi asimilat, serta faktor eksternal, terutama air, cahaya, suhu, kelembapan, sistem naungan, dan pemangkasan. Tajuk yang terlalu rapat dapat meningkatkan self-shading dan kelembapan, sedangkan tajuk yang terlalu terbuka berisiko meningkatkan cekaman panas dan defisit air. Oleh karena itu, pengelolaan tajuk kakao perlu diarahkan pada pembentukan kanopi seimbang, distribusi cahaya yang memadai, dan sinkronisasi antara pemangkasan, pemupukan, ketersediaan air, serta fase perkembangan buah.
Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam yang Diperkaya dengan CaCO3 dan Dedak terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Rohimana Mulya Karinda; Jayaputra; Afifa Farida Jufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0sbmq711

Abstract

Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil selada dapat dilakukan melalui penggunaan pupuk organik berkualitas. Pupuk kandang ayam merupakan sumber hara yang potensial, namun kualitasnya dapat ditingkatkan melalui penambahan kalsium karbonat (CaCO₃) dan dedak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pupuk kandang ayam yang diperkaya CaCO₃ dan dedak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram pada Mei–November 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan delapan perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi pupuk kandang ayam tanpa campuran, penambahan dedak 15%, 30%, dan 45%, penambahan CaCO₃ 5%, serta kombinasi CaCO₃ 5% dengan dedak 15%, 30%, dan 45%. Parameter yang diamati meliputi pH, kandungan nitrogen (N) dan fosfor (P) pupuk organik, tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah selada. Data dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan uji BNJ 5% jika berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam yang diperkaya CaCO₃ dan dedak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 14 dan 21 hari setelah tanam (HST), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot basah. Kombinasi pupuk kandang ayam + CaCO₃ 5% + dedak 45% menghasilkan tinggi tanaman tertinggi pada umur 21 HST (13,36 cm). Sementara itu, penambahan dedak 15% cenderung menghasilkan jumlah daun dan bobot basah tertinggi, masing-masing 8,6 helai dan 21,36 g pada umur 42 HST. Secara keseluruhan, penambahan dedak 15% memberikan respons pertumbuhan dan hasil terbaik, sedangkan penambahan CaCO₃ tidak memberikan pengaruh nyata.