Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN PARIWISATA BERBASIS BUDAYA DI YOGYAKARTA (STUDI KASUS DI KOTAGEDE, YOGYAKARTA) Yeni Rosilawati; Krisna Mulawarman
INTERCODE Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ire.v1i2.542

Abstract

Indonesia kaya dengan berbagai warisan budaya, baik yang nyata maupun tidak berwujud. Salah satu situs peninggalan penting di propinsi Yogyakarta adalah situs warisan Kotagede. Kotagede adalah lingkungan bersejarah di Yogyakarta, Indonesia. Kotagede adalah ibukota pertama Kesultanan Mataram, didirikan pada abad ke-16. Situs warisan budaya di Kotagede antara lain sisa-sisa istana, makam kerajaan, masjid kerajaan, dan dinding dan parit pertahanan. Kotagede juga dikenal secara internasional oleh kerajinan peraknya dan membawa pengaruh positif bagi Kotagede. Warisan budaya memang telah diakui sebagai aspek yang semakin penting dalam ekonomi suatu negara dan masyarakat untuk itu mencakup semua tingkat dan aspek kehidupan sosial dan itu merupakan potensi ekonomi melalui kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata berbasis budaya dengan mengambil studi kasus di Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif serta melakukan pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan sejumlah tokoh masyarakat lokal dan masyarakat lokal di Kotagede Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kolektif diperlukan dalam menyukseskan pariwisata berbasis budaya perlu keterlibatan pemangku kepentingan. Dukungan dari masyarakat setempat, pemimpin lokal, pemerintah daerah dan pihak lain seperti organisasi dan lembaga lain dengan visi dan misi yang sama.
Branding Strategy of the Yogyakarta City Tourism Office in Introducing Kotabaru as a Cultural Heritage Area through Event Festivals Krisna Mulawarman; Yeni Rosilawati; Muhammad Iqbal Khatami
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3332

Abstract

This research aims to analyze the marketing communication strategy implemented by the Yogyakarta City Tourism Office in promoting the Kotabaru Residential Area as both a cultural heritage site and a garden city. The research adopts a qualitative method, with data collected through desk reviews and interviews with relevant stakeholders. The findings indicate that Kotabaru’s potential tourist attractions include Dutch colonial heritage, historical events, and socio-political transformations that reflect the evolution of the city. The government has taken concrete steps to enhance the area’s appeal, including hosting various events and festivals, as well as planning infrastructure developments and promotional activities. The Yogyakarta City Government has recognized Kotabaru’s cultural and historical potential through several initiatives, including the “Kotabaru Heritage Film Festival,” “Kotabaru Ceria”, and “Kotabaru Avond Fest (Pesta Senja Kotabaru)”. These programs are designed to promote Kotabaru’s rich heritage to both local residents and visitors. In addition, infrastructure improvements such as the relocation of the electric scooter lane and the organization of the “Kotabaru Night Run” have been introduced to enhance the area’s accessibility and visitor experience. With proper management and optimization of its historical and cultural assets, Kotabaru holds strong potential to develop into a sustainable and attractive tourism destination.