Wangka, Sudirman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH ALPUKAT DAN KULIT BUAH MELON TERHADAP Staphylococcus Aureus DAN Propiniobacterium Acnes Wangka, Sudirman; Firmansyah, Firmansyah; Ajheng, Tendri
Journal Pharmacy and Application of Computer Sciences Vol. 3 No. 1: Februari: 2025: JOPACS
Publisher : Arlisaka Madani Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59823/jopacs.v3i1.67

Abstract

Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill) dan Kulit Buah Melon (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang memeliki senyawa berkhasiati salah satunya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi berapa pada perbandingan kombinasi ekstrak kulit buah alpukat dan kulit buah melon terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Kulit buah alpukat dan kulit buah melon diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak dikombinasikan dalam tiga rasio berbeda dan aktivitas antibakterinya diuji menggunakan metode difusi cakram, Dimana kertas cakram dijenuhkan kedalam masing-masing kombinasi suspensi ekstrak etanol kulit buah alpukat (Persea americana Mill) ekstrak kulit buah melon (Cucumis sativus L.) dengan perbandingan 1:3 , 2:2 dan 3:1, Na CMC sebagai kontrol negatif dan sebagai kontrol positif menggunakan kloramfenikol. Setelah itu kertas cakram diletakkan pada permukaan media nautrient agar (NA) yang telah diinokulasi dengan suspensi bakteri uji Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes, kemudian diinkubasikan selama 1x24 jam pada suhu 35oC. Setelah itu di amati zona bening di sekitar kertas cakram untuk menunjukkan ada tidaknya zona hambat yang terbentuk. Diameter zona bening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi menunjukkan berbagai tingkat aktivitas antibakteri terhadap kedua galur bakteri, dengan aktivitas tertinggi diamati pada kombinasi rasio 2:2. Aktivitas antibakteri diklasifikasikan sebagai sedang, dengan diameter zona penghambatan berkisar antara 10,31 mm hingga 13,14 mm untuk Propionibacterium acnes dan 10,59 mm hingga 12,48 mm untuk Staphylococcus aureus. Hasil ini menunjukkan bahwa pada kombinasi eksytak kulit buah alpokat dan buah melon yang paling baik memberikan aktivitas antibakteri adalah perbandingan 2:2. Dengan demikian ekstrak kombinasi kulit alpukat dan kulit melon mungkin merupakan agen antibakteri alami yang potensial untuk pengobatan jerawat dan infeksi kulit lainnya.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK-KIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN POTENSI STIMULASI KOLAGEN DARI CLAY MASK BERBAHAN EKSTRAK SARANG BURUNG WALET (Collocalia fuciphaga) SECARA IN VITRO Ishak, Pertiwi; Abasa, Sustrin; Wangka, Sudirman
Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals Vol. 4 No. 1: Juni, 2025, PAPS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/papsjournals.v4i1.691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi clay mask berbahan dasar bentonit dengan penambahan ekstrak sarang burung walet (Collocalia fuciphaga) sebagai agen anti-aging alami. Ekstrak diperoleh melalui metode ekstraksi air menggunakan sonikasi dan distandardisasi menggunakan spektrofotometri dan ELISA untuk memastikan keberadaan senyawa bioaktif seperti EGF dan asam sialat. Formulasi clay mask dievaluasi berdasarkan karakteristik fisik, stabilitas selama penyimpanan pada berbagai suhu, aktivitas antioksidan (metode DPPH dan ABTS), serta keamanan dan efektivitas biologis melalui uji sitotoksisitas (MTT), stimulasi produksi kolagen dan elastin (ELISA), dan uji iritasi alternatif (HET-CAM). Hasil menunjukkan bahwa formulasi stabil secara fisik dan kimia, tidak toksik terhadap sel fibroblas, memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, serta mampu meningkatkan produksi kolagen dan elastin secara signifikan. Formulasi ini juga terbukti tidak menimbulkan iritasi. Dengan demikian, clay mask ekstrak sarang burung walet memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik anti-aging berbasis bahan alam yang aman dan efektif.