Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Buah Tarap Dan Buah Naga Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Jalilah, Nurul Hidayatun; Agus Purnama Sari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.362

Abstract

Anemia pada remaja putri disebabkan karena kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl. Remaja putri rentan terkena anemia karena adanya mentruasi yang diperoleh tiap bulan, konsumsi sayur dan buah-buahan yang kurang serta pola hidup yang tidak sehat. Buah naga dan buah tarap merupakan buah-buahan yang ada sepanjang tahun dan dapat hidup di daerah tropis dengan baik. Kandungan zat besi dalam buah tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan buah anggur, semangka, nenas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian buah naga dan buah tarap terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimen dengan pendekatan pretest-posttest design. Populasi penelitian mahasiswa semester 1 S1 Kebidanan Fakultas Imu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan, sampel diambil secara simple random sampling sebangak 40 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Mahasiswa diberikan buah naga dan buah Tarap sebanyak 200 g selama 7 hari. Pengukuran hemoglobin di lakukan 2 kali menggunakan Easy Touch GCHb. Hasil penelitian menunjukkan adanya  peningkatan kadar hemoglobin sebelum dan setelah perlakuan (selisih rerata buah naga 3,01g/dl dan buah tarap selisih rerata 0,63g/dl). Hasil uji statistik menggunakan uji paired T-Test menunjukkan buah naga dan buah tarap efektip meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja dengan ρ = 0.001.
Pengaruh Kelas Edukasi Pemberdayaan Gizi Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Stunting Usia 1-5 Tahun Agus Purnama Sari; Nurul Hidayatun J; Nova Pertiwi
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.371

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Edukasi gizi yang dilakukan merupakan suatu proses mempengaruhi keputusan masyarakat untuk memperbaiki pola makan anak balita dan membangun pola makan seimbang yang memenuhi asupan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral sesuai kebutuhan anak. Jumlah balita stunting yang ada di Puskesmas Karang Rejo 27.5%, dengan angka yang cukup tinggi di banding dengan Puskesmas yang lain di Kota Tarakan, dan letak wilayah kerjanya berada di daerah perkotaan sehingga sangat di sayangkan jika akses wilayah dekat fasilitas kesehatan namun angka stunting tergolong tinggi yang menandakan kurang tercapainya intervensi kesehatan yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting tersebut. Tujuan : untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kelas edukasi gizi yang akan di berikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita stunting usia 1-5 tahun di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis rancangan : penelitian eksperimen yang digunakan adalah rancangan pra-eksperimen dengan rancangan One Grup Pretest Posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - November 2023. Tempat pelaksanaan penelitian yaitu Puskesmas Karang Rejo dengan menyebarkan kuisioner. Memberikan edukasi gizi, pengukuran tinggi badan dan berat badan. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh (sampling) balita usia 1- 5 tahun yang mengalami status gizi stunting. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil : terdapat pengaruh kelas edukasi terhadap pemberdayaan gizi pada balita dengan nilai pre tes 43,8% dan post tes 48,4%.