Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN JANTUNG PISANG DAN IKAN KEMBUNG SEBAGIAN UPAYA PENGENDALIAN STUNTING DI DESA BATEMBAT Fadillah Heryanda, Mahfuzhoh; Khoiriyah, Nur; Zakaria, Muhammad; Karina, Yossi; Khodijah, Salma; Novita Suri, Diana; Awalia, Hazrina; Rizka, Kharisma; Fadhilah, Nazla; Aldawiyyah, Robi’ah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3153-3160

Abstract

stunting dapat dilakukan dengan asupan gizi yang adekuat, salah satunya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan pemanfaatan pangan lokal yaitu jantung pisang dan ikan kembung sebagai sumber protein hewani yang diolah menjadi nugget. Kegiatan Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dilakukan menggunakan metode sosialisasi dan demontrasi (live cooking) kepada kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Batembat. Evaluasi kegiatan PBM untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta menggunakan kuesioner pre-post test dan uji organoleptik digunakan untuk penilaian daya terima terhadap nugget jantung pisang dan ikan kembung. Hasil kegiatan PBM menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan sosialisasi mengenai stunting dan PMT pemanfaatan pangan lokal. Sebagian besar peserta menyukai rasa, warna, tekstur, dan aroma nugget jantung pisang dan ikan kembung.
PENYULUHAN PEMANFAATAN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) MENJADI PRODUK TOPPOKI SEBAGAI ALTERNATIF IDE USAHA JAJANAN SEHAT PADA REMAJA Khoiriyah, Nur; Awalia Majid, Hazrina; Dwi Agustin, Devi; Fadhilah, Nazla; Novita Sari, Diana; Fathaturrohmah, Fathaturrohmah; Nur Izzati, Shoffati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.986-992

Abstract

Tepung mocaf (Modified Cassava Flour) dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan, salah satunya adalah toppoki. Tepung mocaf memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibandingkan tepung lainnya. Pemanfaatan tepung mocaf dalam pembuatan toppoki dapat menghasilkan produk toppoki memiliki kandungan serat yang lebih tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan mocaf menjadi produk toppoki sebagai ide usaha jajanan sehat pada remaja. Kegiatan ini dilakukan pada 29 Novemer 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 13 siswa. Tahapan kegiatan terdiri dari perizinan, persiapan, dan pelaksanaan kegiatan. Tahap perizinan dilakukan kepada pimpinan sekolah. Tahap persiapan meliputi penyusunan media penyuluhan, pembuatan formulir, dan pembuatan sampel produk. Tahap pelaksanaan berupa kegiatan penyuluhan kepada siswa yang terdiri dari pemberian materi penyuluhan dan pemberian sampel produk. Data yang dikumpulkan meliputi tingkat pengetahuan (pre test dan post-test) dan tingkat kesukaan (hedonik). Data dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikannya penyuluhan (55,4 poin menjadi 93,8 poin). Selain itu sebagian besar peserta menyukai produk toppoki mocaf dari aspek warna, aroma, rasa, tesktur, dan keseluruhan pada sampel produk diberikan. Produk toppoki mocaf dinilai dapat dijadikan sebagai alternatif ide usaha jajanan yang lebih sehat khusunya bagi remaja.
PEMANFAATAN JANTUNG PISANG DAN IKAN KEMBUNG SEBAGIAN UPAYA PENGENDALIAN STUNTING DI DESA BATEMBAT Fadillah Heryanda, Mahfuzhoh; Khoiriyah, Nur; Zakaria, Muhammad; Karina, Yossi; Khodijah, Salma; Novita Suri, Diana; Awalia, Hazrina; Rizka, Kharisma; Fadhilah, Nazla; Aldawiyyah, Robi’ah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3153-3160

Abstract

stunting dapat dilakukan dengan asupan gizi yang adekuat, salah satunya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan pemanfaatan pangan lokal yaitu jantung pisang dan ikan kembung sebagai sumber protein hewani yang diolah menjadi nugget. Kegiatan Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dilakukan menggunakan metode sosialisasi dan demontrasi (live cooking) kepada kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Batembat. Evaluasi kegiatan PBM untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta menggunakan kuesioner pre-post test dan uji organoleptik digunakan untuk penilaian daya terima terhadap nugget jantung pisang dan ikan kembung. Hasil kegiatan PBM menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan sosialisasi mengenai stunting dan PMT pemanfaatan pangan lokal. Sebagian besar peserta menyukai rasa, warna, tekstur, dan aroma nugget jantung pisang dan ikan kembung.
EMPOWERMENT OF ERGONOMIC FERTILIZER SOWING EQUIPMENT INNOVATION IN FARMER GROUPS TO INCREASE PRODUCTIVITY AND EFFECTIVENESS IN AGRICULTURE AND TEMPEH WASTE MANAGEMENT IN SADASARI VILLAGE Rahmatudin, Jajang; Molidina, Mega Rizky; Depuri, Lily Tira; Kusumawati , Ida; Sholihah, Nur Farhanah; Azizah, Nur; Alwan, Ibnu; Nurfadhila , Jihan; Paramita, Deta Arella; Rahman, Maulana Aditya; Fadhilah, Nazla; Maula, Lusi Shofiatul; Fahreza, Denis Setiawan; Rahmatullah, Syaiful; Ristianto, Rifal; Iswadi , Iswadi; Setiawati, Ita; Adhiansyah, Ferdy Nur; Akbar , Maulana
Jurnal Abdisci Vol 3 No 5 (2026): Vol 3 No 5 Tahun 2026
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v3i5.1114

Abstract

Background. The Student Work Lecture Program (KKM), held in Sadasari Village, Argapura District, Majalengka Regency, aims to address two main problems faced by the local community. The first problem is the low work efficiency of farmers, who still use traditional fertilizer-sowing tools that are not ergonomic, leading to physical fatigue and reduced agricultural productivity. The second problem is environmental pollution from liquid waste from tempeh production, which is directly discharged into rivers and irrigation canals, even though the waste has significant economic potential if processed properly. Purpose. To overcome these problems, the KKM team developed two innovative solutions, namely designing an ergonomic fertilizer sowing tool made of PVC and durable materials that are lighter and easier to use, and processing tempeh liquid waste into Liquid Organic Fertilizer (POC) using simple materials such as tempeh waste, EM4, and molasses. Method. This program is carried out through five systematic stages starting from preparation, problem identification, innovation design, implementation through socialization and practical training to farmer groups and MSME actors, to program evaluation. The socialization activity also involved the Argapura District Agricultural Extension Center (BPP) in providing additional materials and ensuring the sustainability of the program. Results. The results of this program include increased knowledge and skills among the community in using appropriate technology for agriculture, as well as new skills in processing waste into products of economic value. Conclusion. This program has not only reduced environmental pollution but also opened new business opportunities for the people of Sadasari Village. With a participatory approach that actively involves the community in every stage. Implementation. This KKM program is expected to be sustainable, have a long-term positive impact on the welfare of village communities, and serve as a model that can be replicated in other villages with similar problems.