Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL TARI KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN PEMAHAMAN LITERASI BUDAYA SEKOLAH INOVASI METROPOLIS Nugrohaji, Adheari Sya’ban; Muhsin, Achmad Mukhalis; Husna, Alya Putri Afifathul
Autentik : Jurnal Pengembangan Pendidikan Dasar Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Elementary School Teacher Education (PGSD), STKIP PGRI Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/autentik.v9i1.640

Abstract

This study aims to develop a collaboration-based Rampak Dance learning module to improve cultural literacy and social skills of elementary school students. The research approach used is the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), which is carried out systematically from needs analysis to evaluation of module effectiveness. The study population included fourth and fifth grade students of SD Negeri Durung Banjar Candi Sidoarjo, with a sample of 30 students selected through purposive sampling technique. Data were obtained through observation, interviews, questionnaires, and documentation, which were then analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that the module was effective in improving students' understanding of local cultural values, with the average score of the questionnaire increasing from 60 to 92. In addition, students' social skills also improved significantly, as evidenced through statistical analysis using t test (p < 0.05). Teachers gave positive feedback on the implementation of this module, stating that the project-based method applied successfully increased student motivation and facilitated interactive learning. This study concludes that the ADDIE-based module is not only relevant to improve the quality of cultural arts learning at SD Negeri Durung Banjar Candi Sidoarjo, but can also be an innovative learning model for other schools with similar needs
Peran Pembelajaran Seni Tari dalam Mengembangkan Komunikasi dan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Nugrohaji, Adheari Sya’ban
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran seni tari dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan sosial siswa di SDN Durung Banjar Candi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan siswa kelas V dan VI, guru seni budaya, serta kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan komunikasi verbal dan nonverbal siswa, seperti kemampuan menyampaikan ide, memahami isyarat, dan meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, seni tari juga berperan dalam meningkatkan keterampilan sosial, seperti kerja sama, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Namun, implementasi pembelajaran seni tari di sekolah masih menghadapi kendala berupa minimnya fasilitas, alokasi waktu terbatas, dan kurangnya pelatihan guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni tari merupakan media yang efektif untuk mendukung pendidikan holistik siswa, sehingga perlu didukung dengan kebijakan dan fasilitas yang memadai. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan kurikulum seni budaya yang lebih terintegrasi untuk membentuk siswa yang berkarakter dan adaptif terhadap tantangan global.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek, Keterampilan Sosial Siswa, dan Dukungan Lingkungan Keluarga terhadap Kreativitas Anak di Madrasah Ibtidaiyah Prastika, Yunita; Nugrohaji, Adheari Sya’ban
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 5 (2025): October
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i5.598

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP), keterampilan sosial, dan dukungan keluarga terhadap kreativitas anak di MI Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo. Populasi berjumlah 450 siswa; sampel 210 siswa dipilih secara acak dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk siswa, orang tua, dan guru. Uji prasyarat menunjukkan data layak dianalisis: normalitas Kolmogorov–Smirnov terpenuhi (Asymp. Sig PBP=0,175; keterampilan sosial=0,162; dukungan keluarga=0,155; kreativitas=0,200), tidak ada multikolinearitas (tolerance 0,984–0,993; VIF 1,007–1,017), dan tidak terjadi heteroskedastisitas (p>0,05). Analisis regresi berganda pada SPSS 26 menemukan ketiga prediktor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas: koefisien tak terstandar B untuk PBP=0,026 (p=0,016), keterampilan sosial=0,038 (p=0,002), dan dukungan keluarga=0,081 (p=0,019). Nilai koefisien terstandar β berturut-turut 0,025; 0,036; dan 0,079. Secara simultan model signifikan (F=10,591; p=0,000; df=3,206). Temuan menegaskan PBP memperkaya pengalaman belajar dan pemecahan masalah, keterampilan sosial memperkuat komunikasi serta kerja sama, sementara dukungan keluarga menyediakan motivasi, pendampingan, dan fasilitas yang mendorong eksplorasi kreatif. Rata-rata skor konstruk berkisar 105,63–105,92 dengan simpangan baku 8,62–9,01. Implikasi praktis: (1) sekolah mengintegrasikan PBP secara konsisten; (2) guru merancang aktivitas yang menumbuhkan interaksi sosial sehat; (3) orang tua meningkatkan keterlibatan di rumah melalui bimbingan terstruktur dan penyediaan sumber belajar sederhana. Hasil ini menguatkan pentingnya kolaborasi sekolah–keluarga–teman sebaya untuk memupuk kreativitas sejak dini. Kontribusi penelitian terletak pada pemadanan pendekatan PBP dengan dukungan keluarga dalam konteks madrasah. Keterbatasan penelitian meliputi instrumen self-report dan konteks satu madrasah, sehingga generalisasi perlu kehati-hatian. Penelitian lanjutan disarankan memasukkan desain longitudinal, triangulasi kualitatif, serta pengujian mediator seperti self-efficacy dan iklim kelas untuk memperkuat bukti dan relevansi dengan implementasi Kurikulum Merdeka.