Resman, Resman
Proceeding INTERNATIONAL SEMINAR IMPROVING TROPICAL ANIMAL PRODUCTION FOR FOOD SECURITY

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS

Intensitas Penyakit yang Terdapat pada Tanaman Jagung dan Kacang Tanah dalam Pola Tumpangsari di Pertanian Lahan Kering Kabupaten Muna Barat Bande, La Ode Santiaji; HS, Gusnawaty; Resman, Resman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.962 KB) | DOI: 10.37149/3129

Abstract

Pola tanam tumpangsari jagung-kacang tanah telah lama dikembangkan oleh masyarakat Muna dan merupakan bentuk kearifan lokal pada pertanian lahan kering. Model budidaya tanaman semusim ini dilakukan dengan tanpa olah tanah (TOT) dan belum menggunakan pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas penyakit pada tanaman jagung dan kacang tanah dalam pola tumpangsari jagung-kacang tanah pada pertanian tanpa oleh tanah di lahan kering dan kondisi yang mempengaruhinya. Penelitian ini di lakukan di Desa Wakontu Kecamatan Wadaga Kabupaten Muna Barat. Waktu penelitian dilakukan pada musim tanam bulan Januari 2015. Data diperoleh melalui survei pada kebun petani yang menerapkan pola tanam tumpangsari jagung-kacang tanah pada fase pertumbuhan vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang terdapat pada tanaman jagung yaitu penyakit bulai dengan intensitas penyakit  sebesar 29,5%, dan penyakit pada kacang tanah yaitu penyakit bercak daun, penyakit belang, dan penyakit layu sclerotium dengan intensitas penyakit masing-masing sebesar 21,7, 9,2 dan 5,3%. Perbedaan waktu tanaman menyebabkan adanya variasi tingginya intensitas penyakit bulai jagung pada masing-masing kebun petani yakni yang ditanam pada curah hujan tinggi mempunyai intensitas penyakit bulai yang tinggi sedangkan yang ditanam pada awal musim hujan mempunyai intensitas penyakit yang rendah. Kebun yang sudah lama ditanami (4 kali musim tanam) mempunyai intensitas penyakit bulai lebih tinggi dibandingkan dengan kebun bukaan baru. Intensitas penyakit pada kacang tanah tidak dipengaruhi oleh waktu tanam dan lamanya kebun ditanami.
Perbaikan Sifat Fisik Tanah Ultisol Dan Implementasinya Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Melalui Inokulasi Mikoriza Indigen Resman, Resman; Halim, Halim
PROSIDING SEMINAR NASIONAL AGRIBISNIS PROSIDING SEMINAR NASIONAL SWASEMBADA PANGAN (Indonesia Menuju Swasembada Pangan dalam Tiga Tahun Ke
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.114 KB) | DOI: 10.37149/4771

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan bahan makanan pokok utama setelah beras.  Selain mengandung karbohidrat, protein dan lemak, jagung juga memiliki manfaat antara lain: sebagai bahan pakan ternak, bahan baku industri dan pupuk kompos.  Dalam peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman mengalami kendala.  Salah satu kendala adalah sifat fisik dan kimia tanah Ultisol tidak mendukung dalam peningkatan pertumbuhan dan produksi. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung serta memperbaiki sifat tanah maka digunakan mikoriza indigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikoriza indigen terhadap sifat fisk tanah Ultisol dan implementasinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung.  Penelitian ini dilakukan di Desa Abenggi, Kabupaten Konsel, Sulawesi Tenggara dari bulan Oktober 2013 sampai Januari 2014.  Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mikoriza indigen, benih jagung manis  dan bahan organik.  Penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Kelompok  (RAK) yang terdiri dari empat taraf perlakuan : Tanpa propagul  mikoriza indigen sebagai kontrol (A0), 10 gram propagul mikoriza indigen/tanaman (A1), 20 gram propagul mikoriza indigen/tanaman (A2) dan 30 gram propagul mikoriza indigen/tanaman (A3), masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati  antara lain : tinggi tanaman, diameter batang, bobot tongkol kelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, jumlah baris biji/tongkol, diameter tongkol, persentase infeksi akar dan pengamatan sifat fisik tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikoriza indigen dapat memperbaiki sifat fisik, serta berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung.  Dosis mikoriza indigen yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung adalah 30 gram/tanaman.