Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN GIZI DAN PEMBERIAN BAKSO DENGAN TAMBAHAN IKAN LELE TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN IBU YANG MEMILIKI ANAK STUNTING DI DESA MELA II  KECAMATAN TAPIAN NAULI KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2024 Tinawati Nainggolan
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i1.913

Abstract

Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan grafik pertumbuhan yang terhambat, terjadi selama periode sebelum dan sesudah kehamilan karena kekurangan zat gizi dalam jangka panjang. Stunting atau pendek, adalah suatu retardasi pertumbuhan linear telah digunakan sebagai indikator secara luas untuk mengukur status gizi individu maupun kelompok masyarakat Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Pendidikan Gizi dan Pemberian Bakso dengan tambahan ikan lele terhadap pengetahuan,sikap dan tindakan ibu yang memiliki anak stunting didesa mela II Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan Penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan pre and post test design one group. Populasi adalah anak – anak yang tinggal di Mela II sebanyak 31 orang.SampelSampel adalah anak – anak yang tinggal di Mela II sebanyak 31 orang Dari hasil uji penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sebelum dan sesudah pemberian bakso dengan tambahan ikan lele. Masing-masing data dilakukan uji kenormalan data yaitu dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Jika ternyata setelah dilakukan uji kenormalan data, data yang dihasilkan adalah berdistribusi normal (p>0,05) sehingga dilakukan uji statistik korelasi Pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Dengan mengambil kesimpulan, jika p<0.05 maka Ha diterima.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu adanya pengaruh pemberian bakso dengan tamabahan ikan lele terhadap pengetahuan,sikap dan tindakan ibu yang memliki anak stunting dan tidak ada pengaruh pemberian bakso dengan tamabahan ikan lele terhadap pengetahuan,sikap dan tindakan ibu yang memliki anak stunting Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini ibu diaharapkan dapat menfaatkan pendidikan gizi tentang makanan tambahan berbahan ikan yang diberikan untuk mendapatkan asupan yanng cukup bagi anak serta memperbaiki status gizi anak agar setara dengan status gizi seusian-nya.
Pengaruh Pemberian Nugget Jantung Pisang Dengan Penambahan Tepung Kedelai Dan Ikan Lele Terhadap Peningkatan Berat Badan Anak Prasekolah Yang Kurus Di Kelurahan Aek Manis Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga Tahun 2024 Tinawati Nainggolan
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2025): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v2i7.1545

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok anak dengan umur antara 6-12 tahun yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pada masa ini anak mulai masuk kedalam dunia baru, anak mulai banyak berhubungan dengan orang-orang diluar keluarganya dan berkenalan dengan suasana dan lingkungan baru dalam kehidupannya Anak prasekolah biasanya banyak memiliki aktivitas bermain yang menguras banyak tenaga, dapat terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan keluar, akibatnya tubuh anak menjadi kurus, dan terdapat berbagai kondisi anak prasekolah yang tidak memuaskan misal berat badan yang kurang, anemia, kekurangan vitamin C, Masalah gizi khususnya berat badan kurang pada anak prasekolah dasar saat ini masih cukup tinggi. Kebutuhan gizi anak prasekolah sebagian besar digunakan untuk aktivitas pembentukan dan pemeliharaan jaringan. Anak prasekolah dasar merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan. Anak-anak perlu mendapatkan zat gizi sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pola makan dan nafsu makan anak-anak mengalami perubahan ketika memasuki usia sekolah pada usia 6 sampai 12 tahun. Jantung pisang adalah bunga yang dihasilkan oleh Pokok Pisang  (Musa spp) yaitu sejenis tumbuhan dari keluarga Musaceae yang berfungsi untuk menghasilkan buah pisang. Jantung Pisang dihasilkan semasa proses pisang berbunga dan menghasilkan tandan pisang sehingga lengkap. Hanya dalam keadaan tertentu atau spesis tertentu jumlah tandan dan jantung pisang melebihi dari pada satu. Ukuran jantung pisang sekitar 25 – 40 cm dengan ukur lilit tengah jantung 12 – 25 cm. Kulit jantung pisang luar adalah sederhana keras dan akan terbuka apabila sampai waktu bagi mendedahkan bunga betina. Ikan Lele adalah salah satu ikan hasil laut yang baik bagi kesehatan. Dalam 100 gr ikan Lele dengan hasil pengolahan Aplikasi Nutrisurvey Indonesia mengandung energi 112,1 kkal, protein 21,4 gr, dan lemak 2,3 gr. Pada usia ini pola makan anak dipengaruhi oleh teman dan lingkungan jajan yang tidak sehat dan higienis. Berdasarkan data BPOM tahun 2013 sekitar 31,8 % jajanan anak prasekolah yang dijual di lingkungan sekolah mengandung bahan berbahaya. yang banyak dijual di sekolah- sekolah termasuk kedalam makanan yang tidak bergizi.