Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah yang ditemui pada penyelenggaraan pendidikan dan juga tingginya angka kenalakan remaja saat ini, dan proses pembelajaran masih belum maksimal dalam mengintegrasikan pendidikan karakter terutama berbasis kearifan lokal. Melalui penelitian ini dikembangkanlah sebuah model manajemen pembelajaran berbasis kearifan lokal Peri Mestike dalam Budaya Gayo di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Model ini selanjutnya disebut dengan model manja berakal Peri Mestike. Tujuan pengembangan model manja berakal Peri Mestike ini adalah membantu pendidik untuk mengembangkan potensi mereka dan mewujudkan karakter berbasis kearifan lokal pada peserta didik. Pengembangan model ini mengikuti model 4D. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket untuk memahami dan menerapkan prinsip model manja berakal Peri Mestike ini. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif sehingga diperoleh buku model manja berakal Peri Mestike yang didalamnya juga dilengkapi panduan untuk Kepala Sekolah dan Guru. Hasil pengembangan ini terdiri dari buku model manja berakal Peri Mestike yang valid, efektif, dan praktis. Buku model ini dapat digunakan oleh Kepala Sekolah dan Guru dalam membantu peserta didik mengoptimalkan kemampuan mereka, dan mengaplikasikan karakter berbasis budaya lokal terutama dalam budaya Gayo. Penelitian ini juga membuktikan bahwa model manja berakal Peri Mestike lebih efektif dibanding model konvesional yang sering digunakan oleh guru terutama dalam pendidikan karakter peserta didik. Dengan demikian model manja berakal Peri Mestike ini dapat dijadikan salah satu model manajemen pembelajaran di sekolah