Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kualitas Air Sungai Code Menggunakan Metode Indeks Pencemaran sebagai Dasar Mitigasi Lingkungan yang Berkelanjutan di Yogyakarta Fithart Salman Fathrizky; Rita Mulyandari; Azri Novadli
Jurnal Rekayasa Teknologi Nusa Putra Vol 11 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/rekayasa.v11i2.657

Abstract

Sungai Code merupakan salah satu sungai strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki peranan penting bagi masyarakat, namun menghadapi permasalahan serius akibat pencemaran air. Aktivitas domestik, pertanian, dan industri di sepanjang aliran sungai menyebabkan menurunnya kualitas air, yang semakin memburuk pada musim kemarau ketika debit sungai menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencemaran Sungai Code dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran berdasarkan data primer dan sekunder dari BLH DIY. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sebagian besar titik pengamatan berada dalam kategori cemar ringan hingga cemar sedang, dan beberapa titik sudah mencapai kategori cemar berat. Kondisi ini diperkuat dengan pengamatan visual yang menemukan banyak sampah, perubahan warna air, serta bau menyengat pada beberapa lokasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pengendalian limbah, kebijakan pengelolaan terpadu, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas Sungai Code secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pengelolaan Sampah Metode Recycle di Desa Jambidan Fithart Salman Fathrizky; Azri Novadli
Tanggap Masyarakat untuk Aksi dan Sinergi Vol 1 No 01 (2025): Volume 01 Nomor 01 - Februari 2025
Publisher : TAM Global Insights

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah sampah di Yogyakarta ini semakin kompleks, seiring dengan meningkatnya volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan destinasi wisata. Secara umum pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Setelah ditutupnya TPST Piyungan Bantul, terjadi penumpukan sampah yang terjadi secara massive di hampir seluruh daerah di Yogyakarta. Banyak terjadi ketidaktahuan di masyarakat tentang konsep Reuse, sehingga menjadi sebuah bom waktu apabila tidak dilakukan secara benar karena dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan yang serius. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak melakukan reuse secara sembarangan
Edukasi, Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Gempa Bumi di Madrasah Ibtidaiyah Islamic Center Bin Baz Azri Novadli; Rita Mulyandari; Enggar Prasetya
Tanggap Masyarakat untuk Aksi dan Sinergi Vol 2 No 02 (2026): Volume 02 Nomor 02 - Juni 2026
Publisher : TAM Global Insights

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) terhadap bencana gempa bumi melalui edukasi, sosialisasi, dan simulasi mitigasi bencana. Mitra dalam kegiatan ini adalah MI Islamic Center Bin Baz yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan permasalahan utama berupa rendahnya pemahaman siswa tentang prosedur keselamatan saat terjadi gempa, belum adanya jalur evakuasi yang terstandar, serta minimnya simulasi kebencanaan yang pernah dilaksanakan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, pelaksanaan sosialisasi dan simulasi, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2026 yang melibatkan seluruh siswa dan guru MI Islamic Center Bin Baz. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra tentang langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, terbentuknya prosedur evakuasi yang lebih terstandar, serta meningkatnya kesiapsiagaan warga madrasah dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi kebencanaan bagi madrasah dan sekolah dasar lainnya di wilayah rawan bencana.