Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keputihan (Flour Albus) Pada Wanita Usia Subur di TPMB Salifiyah Tahun 2024 Nur Fathur Rohmah, Hajar; Nafisah, Fitri; Sarani Siagian, Fati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v7i2.138

Abstract

Leucorrhea or Flour Albus is a condition where the vagina discharges a fluid or mucus resembling pus (Bahari, 2020). Leucorrhea is a reproductive health issue in women characterized by a white or mucous discharge from the vagina, which may or may not have an odor (Hastuty et al., 2023). According to statistical data, the population in West Java Province reaches 11,358,740 people, with 27.60% experiencing leucorrhea. The majority of women affected by leucorrhea are those of reproductive age, specifically between 10–24 years (Suyenah & Dewi, 2022). This study aims to identify the factors associated with the occurrence of leucorrhea (Flour Albus) among women of reproductive age at TPMB Salifiyah in 2024. This research employed a cross-sectional study design. The population consisted of all women of reproductive age, totaling 60 respondents, all of whom were included as the sample. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The data analysis revealed that the variables associated with the occurrence of leucorrhea among women of reproductive age included vulvar hygiene practices (p=0.000), pantyliner usage (p=0.001), obesity (p=0.000), physical activity (p=0.000), knowledge (p=0.000), and the use of vaginal cleansing solutions (p=0.006). All the variables studied showed a significant relationship with the occurrence of leucorrhea among women of reproductive age. Women of reproductive age are advised to avoid excessive use of vaginal cleansing solutions, maintain a normal body weight, refrain from using pantyliners, practice proper vulvar hygiene, avoid excessive physical activity, and enhance their knowledge to prevent leucorrhea.
Upaya Pencegahan Keputihan Pada WUS dengan Edukasi Personal Hygiene di TPMB Tarsinah Tahun 2025 Ajeng Sakti Wulandari, Binka; Nur Fathur Rohmah, Hajar; Tarsinah, Tarsinah; Aisyah, Siti; Susanti, Susi; Shohwatul Islam, Syauqiyah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.6502

Abstract

Angka kejadian wanita yang mengalami keputihan yaitu 75% dialami oleh remaja wanita dan WUS dikarenakan Indonesia beriklim tropis sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang. Edukasi yang tepat dapat meningkatkan pemahaman dan pencegahan terhadap risiko keputihan patologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi melalui media leaflet yang berisi tentang pengertian keputihan, gejala dan pencegahannya di wilayah kerja TPMB Tarsinah pada tanggal 26 Juni 2025, diharapkan dapat menurunkan angka kejadian keputihan yang di alami Wanita Usia Subur dengan perilaku personal hygiene yang benar. Responden sebanyak 30 WUSyang diberikan pre test dan post test, hasil nilai pre test 60% dan setelah dilakukan penyuluhan nilai pengetahuan responden nak menjadi 90% dengan peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 30%. Kegiatan pengadian masyarakat ini diikuiti oleh WUS, kader posyandu dan perangkat RT/RW setempat. Saran untuk kegiatan ini adalah perlu ditinjau kembali perilaku WUS tetap konsisten kesehatan reproduksinya.