Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media And Woman In Parliament (Analysis Contents News Kompas.Com According to Standpoint theory) Pellu, Mira Natalia
Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i3.6740

Abstract

The media not only gives a large portion of news coverage to men but also helps justify the bias about women that has been developing in society. This article is specifically to find out the description of the news coverage of female members of the Indonesian House of Representatives in the Kompas newspaper. com. Method analysis Contents used to news in period May 2019-April 2021 with objectivity standpoint theory as preference conceptually. Results study shows that in Indonesia women are starting to gain trust to be in the public space, but parliament is still designed for men. This can be seen from the fact that men are still trusted to lead meetings, make decisions and so on.
Dibalik Konten Seru: Playbour dan Kerja Digital Gen Z Di Tiktok Pellu, Mira Natalia; Rusadi, Udi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1478

Abstract

Fenomena kreator Gen Z di TikTok kerap dipersepsikan sebagai aktivitas bermain dan ekspresi diri yang santai. Namun, di balik konten keseharian yang tampak ringan, terdapat praktik kerja digital yang intens dan berkelanjutan. Artikel ini menganalisis bagaimana aktivitas “bekerja sambil bermain” beroperasi dalam ekosistem TikTok melalui konsep playbour, kerja afektif, dan kapitalisme waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif netnografi dengan mengamati produksi konten, pola interaksi audiens, serta praktik monetisasi pada akun kreator Gen Z Indonesia selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseharian kreator dikonstruksi sebagai ruang kerja terselubung, di mana waktu luang dan afeksi dikomodifikasi menjadi nilai ekonomi bagi kreator sekaligus platform. Praktik ini mengaburkan batas antara kerja dan hiburan serta mendorong perluasan kerja digital tanpa batas waktu yang jelas. Studi ini berkontribusi pada kajian ekonomi politik media digital dengan menunjukkan bagaimana playbour Gen Z di Indonesia beroperasi dalam logika kapitalisme platform dan menegaskan pentingnya literasi kritis terhadap kerja digital.