Fenomena kreator Gen Z di TikTok kerap dipersepsikan sebagai aktivitas bermain dan ekspresi diri yang santai. Namun, di balik konten keseharian yang tampak ringan, terdapat praktik kerja digital yang intens dan berkelanjutan. Artikel ini menganalisis bagaimana aktivitas “bekerja sambil bermain” beroperasi dalam ekosistem TikTok melalui konsep playbour, kerja afektif, dan kapitalisme waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif netnografi dengan mengamati produksi konten, pola interaksi audiens, serta praktik monetisasi pada akun kreator Gen Z Indonesia selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseharian kreator dikonstruksi sebagai ruang kerja terselubung, di mana waktu luang dan afeksi dikomodifikasi menjadi nilai ekonomi bagi kreator sekaligus platform. Praktik ini mengaburkan batas antara kerja dan hiburan serta mendorong perluasan kerja digital tanpa batas waktu yang jelas. Studi ini berkontribusi pada kajian ekonomi politik media digital dengan menunjukkan bagaimana playbour Gen Z di Indonesia beroperasi dalam logika kapitalisme platform dan menegaskan pentingnya literasi kritis terhadap kerja digital.
Copyrights © 2026