Industri perbankan, yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu sektor paling dinamis dalam mendukung kemajuan ekonomi nasional. Menganalisis pengaruh rasio kecukupan modal terhadap kredit bermasalah; pengaruh Return On Asset terhadap kredit bermasalah; dan pengaruh biaya operasional terhadap pendapatan operasional terhadap kredit bermasalah merupakan tiga tujuan utama dari penelitian ini. Dengan sampel yang mencakup seluruh laporan keuangan triwulanan dari tahun 2020-2023, penelitian ini mempergunakan metodologi kuantitatif. Sejumlah bank BUMN yang telah mencatatkan laporan keuangannya di BEI menjadi subjek dalam penelitian ini. Purposive sampling, metode pemilihan sampel yang diterapkan dalam penelitian ini, sangat membantu dalam memilih empat bank BUMN yang menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui sumber sekunder, dan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan software E-views. Hasil analisis membuktikan bahwasannya jika ditinjau secara individu, Non performing Loan dipengaruhi oleh Capital Adequacy Ratio, meskipun tidak dipengaruhi oleh ROA serta BOPO. Namun demikian, kredit bermasalah dipengaruhi secara bersamaan oleh Capital Adequacy Ratio, ROA serta BOPO.