Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi hand cream antibakteri berbasis kitosan dan ekstrak daun putri malu (Mimosa pudica L.) Fendy, Fendy; Suryawan, Chinesia Prastialin; Fadila, Rina Fitriana; M.Saad, Nabilatul Rafi’ah; Mubayyinah, Hamidatul; Darmawan, Noviyan
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 1 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i1.576

Abstract

CoronaVirus Disease 2019 is a respiratory disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome CoronaVirus 2 (SARS-CoV-2) which is transmitted through the air and droplets of fluid. One of the health protocols recommended by the World Health Organization (WHO) is washing hands. Hand-washing activities have limitations because not all places provide them, so the alternative that has been circulating in the community is hand sanitiser. However, the alcohol content and synthetic antibacterials cause dry and irritated skin. The purpose of this study was to create an antibacterial hand cream from putri malu leaf as a utilization of wild plants. Putri malu leaf extract and chitosan were made in the form of nanoparticles, and then an evaluation of the physical characteristics of the hand cream preparation was carried out in the form of pH, organoleptic, homogeneity, and stability observed for 14 days. The antibacterial activity of putri malu leaf extract and hand cream was tested against S. aureus and E. coli. The particle size obtained was 1529.5 ± 42.5 nm. The results of the physical characteristics obtained were pH 6.15; dark orange, odourless, stable at room temperature, and high homogeneity. Antibacterial testing of putri malu leaf extract against S. aureus produced an inhibition zone of 10.27 mm at a concentration of 25% and antibacterial hand cream produced inhibition zones of 23.18 mm and 12.22 mm with an extract concentration of 10% so both are classified as strong antibacterials that are effective against S. aureus and E. coli bacteria.
PEMANFAATAN LIMBAH AIR LERI, KOTORAN KAMBING, DAN SAYURAN BUSUK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) Fendy, Fendy; Fadila, Rina Fitriana; Rohma, Fitria Ainun; Zahra, Imelda; Sari, Nurwita Mukti; Charlena
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.37

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah komoditas hortikultura yang populer di Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produksinya termasuk penggunaan pupuk, baik yang padat maupun cair. Pupuk cair lebih diutamakan karena cepat diserap oleh tanaman dan mudah diproduksi menggunakan limbah rumah tangga organik, seperti air cucian beras (leri), yang mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini mengevaluasi dampak pupuk organik cair yang berasal dari campuran air leri, kotoran kambing, dan sayuran yang terdekomposisi terhadap kinerja pertumbuhan bayam merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari delapan perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan. Perlakuan tersebut mencakup satu perlakuan kontrol (tanpa aplikasi pupuk) dan tujuh taraf perlakuan formulasi pupuk organik cair yang berbeda. Setiap formulasi POC dibuat dari kombinasi air leri, sayuran busuk, dan kotoran kambing dengan persentase yang bervariasi. Pupuk ini diaplikasikan pada tanaman bayam merah selama 30 hari. Pupuk organik cair yang telah difermentasi kemudian diuji untuk kandungan fosfor, kalium, besi, dan pH. Penerapan pupuk organik cair memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, seperti yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Di antara semua perlakuan, formula F (100% kotoran kambing) memberikan hasil terbaik di semua parameter pertumbuhan.