Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANCASILA, THE SCIENCE AND ETHIC OF HOLISTIC RELATIONSHIP: “Yang Menang Diangkat Menjadi Guru – Yang Kalah Siap Menjadi Murid” Sutanto, Jusuf
Jurnal Pembumian Pancasila Vol 1 No 1 (2021): Refleksi dan Rekonstruksi Kelahiran Pancasila 1 Juni dalam Menjawab Komplek Perma
Publisher : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dijajah Belanda 350 tahun (1602-1945), dan semakin disadari bahwa kegagalan perjuangan kemerdekaan diakibatkan karena sifatnya lokal, sektoral, fragmental. Kesadaran tentang pemikiran nasionalisme banyak dipengaruhi oleh Renan (1823-1892) yang selanjutnya pada tahun, 1908 munculah Kebangkaitan Nasional dan Sumpah Pemuda 1928. Semangat persatuan inilah yang menginspirasi proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 dengan Dasar Negara, Pancasila. Pada tahun 1960 Bung Karno dalam pidato di PBB menekankan pentingnya “Nasionalisme dalam Tamansari Internasionalisme”. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi membuat nation without border. Pancasila yang digali bottom up mendapatkan tantangan top down globalisasi yang tidak bisa dibendung. Pandemi membuka Era Pancasila menjadi nilai-nilai universal untuk dunia. Nilai-nilai universal tercermin dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika membuat program Keadilan Sosial, “Sustainable Development Goals SDGs” dalam 17 bidang dimana no one left behind. Klub Paris mengkonsolidasi dunia, menurunkan suhu pemanasan global dan pencemaran plastik menuju era konvergensi, “One World, Universe, Dream”. Pendekatan egosentris terus berevolusi menuju ‘humanisme’, dengan lahirnya psikologi compassion (welas asih atau bela rasa) supaya kehadiran manusia menjadi ‘rahmat bagi seluruh alam semesta’. Entropy yang diakibatkan ilmu pengetahuan-teknologi membuat disintegrasi yang memiskinkan diversity. Artificial intelligence harus mengoreksi diri supaya tidak terjadi chaos. Kehidupan bahagia di akhirat sudah dan sedang berproses sekarang dan di sini. Disinilah letak penting Pancasila.
Improving Physical Performance and Fall Risk in the Elderly Through Structured Tai Chi: A Quasi-Experimental Investigation in an Indonesian Nursing Home Silaswati, Shinta; Savitri Pardede, Bella; Jamaludin, Jamaludin; Sutanto, Jusuf
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 1 (2026): Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 1 January 2026
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v1.i1.2026.171

Abstract

Background: Falls are a major cause of injury and disability among older adults. Tai Chi, with its slow and controlled movements, is a promising intervention for improving balance and reducing fall risk. Purpose: This study evaluated the effect of a structured two-week Tai Chi program on physical performance and fall risk among elderly nursing home residents in East Jakarta, Indonesia. Methods: A quasi-experimental one-group pre-post design was used with 20 participants (mean age 66.4±4.2 years; 85% female). Fall risk was assessed using the Short Physical Performance Battery (SPPB) before and after a 10-session Tai Chi program. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: Pre-intervention SPPB scores indicated high fall risk (Mean=7.8±1.1). Post-intervention scores improved significantly (Mean=9.6±1.0; p=0.046). The proportion of participants classified as "stable" (SPPB 10-12) increased from 0% to 20%. Conclusion: A short-term Tai Chi program significantly improved physical performance and reduced fall risk in institutionalized elderly, supporting its integration into nursing home fall prevention strategies.