Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Karakter Peserta Didik di Era Digital Melalui Kegiatan Pembinaan Pendidikan Karakter Religius Yakobus Belo Tobi; Yasinta Uto Doren; Servina Retno Anna Lewar; Yustina P. Prada Tolok; Waltrudis Safira Naibae; Rina Ola Ina; Yosep Belen Keban
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v4i1.495

Abstract

Community Service activities by the Yehezkiel group targeting Catholic students at SDI Lamanabi through religious character development activities need to be conducted in this digital era.This is important because students are trapped in the digital era and live far from religious activities, such as being less involved in spiritual activities, having an indifferent attitude, being lazy in studying, lacking discipline, not participating in prayers and youth activities, and showing a lack of politeness in social interactions. This activity aims to enhance the character of students at SDI Lamanabi, Paroki Waiklibang in the digital era through religious character education development activities. The method used in this community service activity is a training method through the provision of materials, question and answer sessions, and participation. This activity was conducted on November 15-17, 2024. The result of this activity is the awareness among the students at SDI Lamanabi-Tanjung Bunga to embody religious values or character in their lives amidst the advancement of digital technology. The result of this service certainly makes the students at SDI Lamanabi engage in religious activities to enhance their religious character in the digital era.
TRANSFORMASI KEHIDUPAN DOA KELUARGA DAN KETERLIBATAN BAPAK-BAPAK DALAM DOA KBG MELALUI PENDEKATAN KATEKESE BIBLIS DI PAROKI SANTA MARIA PEMBANTU ABADI WERI Elisabeth Aprilia Icha Da Santo; Agustina Somi Juan; Alodia Donata Olivia Aran; Benedikta Tuto Henakin; Emanuel Nunggu; Elisabeth Elpin Dea; Waltrudis Safira Naibae
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga sebagai Gereja rumah tangga memiliki peran fundamental dalam proses pembentukan dan pengembangan iman umat beriman. Akan tetapi, dinamika kehidupan modern yang ditandai dengan meningkatnya tuntutan ekonomi, kesibukan pekerjaan, serta perkembangan teknologi informasi telah membawa pengaruh terhadap menurunnya kualitas kehidupan doa dalam keluarga. Kondisi tersebut turut berdampak pada rendahnya tingkat partisipasi kaum bapak dalam berbagai kegiatan doa Komunitas Basis Gerejawi (KBG). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kehidupan doa keluarga sekaligus meningkatkan keterlibatan bapak-bapak dalam kegiatan doa KBG melalui penerapan pendekatan katekese biblis di Paroki Santa Maria Pembantu Abadi Weri. Metode yang digunakan berupa pendekatan pastoral partisipatif yang diwujudkan melalui pendalaman Kitab Suci, refleksi iman, diskusi kelompok, pendampingan pastoral, serta evaluasi secara berkala. Program dilaksanakan selama tiga bulan dengan melibatkan keluarga-keluarga Katolik dan para pengurus KBG. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran spiritual keluarga, bertambahnya intensitas doa bersama dalam keluarga, berkembangnya pemahaman kaum bapak mengenai peran dan tanggung jawab spiritual mereka, serta meningkatnya keikutsertaan mereka dalam memimpin maupun mengikuti kegiatan doa KBG. Pendekatan katekese biblis terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran iman karena mengintegrasikan pengalaman hidup umat dengan refleksi atas Sabda Allah. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kehidupan menggereja, peningkatan solidaritas umat, dan pengembangan model pendampingan pastoral yang dapat direplikasi pada komunitas basis gerejawi lainnya.