Anindhya Faza Arzaqi
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Perilaku: Perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Carl Rogers dalam Mengembangkan Kepribadian Anindhya Faza Arzaqi; Achmad Khudori Soleh
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i1.1575

Abstract

Perilaku mencerminkan kepribadian dan nilai individu, serta memainkan peran penting dalam kehidupan pribadi, sosial, dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan proses pembentukan perilaku dalam mengembangkan kepribadian berdasarkan perspektif dari Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Carl Rogers. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Pengumpulan data yang digunakan melalui buku-buku dan artikel penelitian terkait yang paling relevan. Hasil menunjukkan bahwa: 1) Proses pembentukan perilaku menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah memiliki enam tahap yaitu al-khatirah (lintasan pikiran), al-fikrah (pikiran yang menetap), al-‘iradah (keinginan), al-‘azimah (niat dan tekad), al-‘amal (tindakan nyata), dan al-‘adah (kebiasaan); 2) Proses pembentukan perilaku menurut Carl Rogers memiliki lima tahap yaitu kesadaran (awareness), tertarik (interest), evaluasi (evaluation), mencoba (trial), dan menerima (adoption); 3) Perbedaan pembentukan perilaku dalam mengembangkan kepribadian dalam pandangan Carl Rogers terletak pada evaluasi diri dan aktualisasi diri yang subjektif, sementara Ibnu Qayyim menekankan niat, tekad, serta kepatuhan pada syariat Islam untuk mendapatkan ridho, rahmat Allah, dan keberkahan. Penelitian ini dapat memperkaya pengetahuan tentang proses pembentukan perilaku yang mempengaruhi perkembangan kepribadian individu menurut perspektif Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dan Carl Rogers.