Yedy Purwandi Sukmawan
University of Bakti Tunas Husada, Department of Pharmacology and Clinical Pharmacy

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Pasien Sindrom Koroner Akut dan Pengobatannya Pada Rumah Sakit di Kota Tasikmalaya Sahrul Hikam; Ilham Alifiar; Yedy Purwandi Sukmawan
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8242

Abstract

Sindrom koroner akut (SKA) merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia dan nomor 2 di Indonesia setelah strok. Pengobatan yang tepat dapat menurunkan resiko terjadinya kematian akibat SKA. Antiplatelet, antikoagulan atau fibrinolitik merupakan obat yang digunakan untuk penatalaksanaan SKA. Akan tetapi, sampai saat ini gambaran penggunaan obat pada pasien SKA di Indonesia yang meliputi SKA-NSTEMI dan SKA-STEMI masih terbatas. Selain itu, profil dan penggunaan obat SKA di kota Tasikmalaya masih belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pasien SKA dan pengobatannya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif terhadap data rekam medis pasien pada Januari 2020- Desember 2020. Pasien yang masuk kedalam kriteria penelitian berjumlah 78 pasien. Hasil studi menunjukkan bahwa kejadian SKA-STEMI lebih banyak dibandingkan SKA-NSTEMI (RR 4,0986, CI 95% 2.2296-7.5345, p 0,0001), dan banyak terjadi pada usia 40-60 tahun dengan jenis kelamin laki-laki. Gastroesophageal reflux disease (GERD), diabetes melitus dan hipertensi merupakan komorbid terbanyak pada pasien SKA-STEMI, sedangkan hipertensi dan dispepsia merupakan komorbid terbanyak pasien SKA-NSTEMI. Hasil uji hubungan chi square menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara jenis SKA dengan usia, jenis kelamin dan komorbid (p>0,05). Pada profil penggunaan obat, antiplatelet meliputi aspirin dan clopidogrel digunakan pada seluruh pasien SKA, sedangkan antikoagulan fondaparinux lebih banyak digunakan dibandingkan dengan enoxaparin (55 vs 23). SKA-STEMI mendominasi dibandingkan SKA-NSTEMI dengan pengobatan yang digunakan adalah aspirin, clopidogrel, fondaparinux, atau enoxaparin, selain itu usia, jenis kelamin dan komorbid tidak berhubungan dengan jenis SKA.