Eva Nur Hidayah
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meta Pengaruh Keefektifan Media Pembelajaran Konkrit dan Digital terhadap Pemahaman Siswa Terkait Materi Sejarah Perumusan Pancasila Kelas 4 SDN Podorejo 03 Alfin Ghafar Dwinanda; Slamet Andriansyah; Susilo Tri Widodo; Eva Nur Hidayah; Diyah Puwidayati
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7577

Abstract

Citizenship Education (PPKn) is a subject that has the aim of developing the attitudes and abilities of citizens in terms of skills, knowledge and attitudes. Providing material to be taught in Pancasila Education learning makes teachers try to adapt and create active learning, namely by using learning media. The results of interviews with class teachers and observations in class IV of SD N Podorejo 03 showed that in Pancasila Education lessons, students seemed less interested. This is reflected in their low activity and involvement during the learning process. During the open discussion session, only a handful of students showed enthusiasm for asking or answering questions. So we can see that the application of concrete learning media can improve students' understanding of the historical material on the formulation of Pancasila as a whole compared to the use of digital media in the form of learning vidios. This is because the implementation of learning using learning vidios is still hampered by learning facilities, so that not all students can watch the learning vidios well. The material coverage in the learning vidios is not yet comprehensive, some information is still incomplete. Apart from that, the level of student focus must be considered so that the information displayed in the learning vidio can be conveyed.
Analisis Perbandingan Model PBL dan PJBL dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Kelas Rendah Seila Alya Fasya; Chasna Zakiatuz Zahwa; Wilda Salsa; Sania Runi Fauzizah; Eva Nur Hidayah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya minat belajar di kalangan siswa sekolah dasar usia 6 hingga 9 tahun merupakan masalah mendesak yang memerlukan perhatian. Masalah ini terutama disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran tradisional yang pasif dan tidak sesuai untuk anak-anak usia tersebut. Pelajaran yang membosankan dengan cepat menyebabkan siswa kehilangan minat, kurang motivasi, dan menghambat perkembangan kreativitas serta keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan seberapa efektif Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam meningkatkan minat belajar siswa di kelas bawah, dengan fokus khusus pada Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara, pengamatan langsung di kelas atau observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model interaktif, yang melibatkan pengumpulan data, pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, diikuti dengan memvalidasi sumber dan teknik melalui triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran secara signifikan meningkatkan minat belajar siswa melalui pengalaman aktif dan bermakna. Model PjBL meningkatkan pemahaman dengan melibatkan siswa dalam proyek kreatif dan kolaboratif, sementara PBL menumbuhkan rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir analitis melalui pemecahan masalah dunia nyata. Dukungan guru, termasuk scaffolding, penggunaan media tangible, dan manajemen kelas yang efektif, memainkan peran dalam implementasi sukses kedua pendekatan tersebut. Studi ini menyimpulkan bahwa PjBL dan PBL merupakan metode yang relevan dan efektif untuk meningkatkan motivasi intrinsik, keterlibatan, dan partisipasi siswa dalam proses belajar di kelas-kelas sekolah dasar tingkat bawah.