Naila Syaqi Zulkarnain
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Forgiveness Pasca Perceraian Orang Tua Naila Syaqi Zulkarnain; Syira Aulia Akasyah; Nahdah Kamilah Faatin; Tri Artanti; Fatma Nofriza
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7992

Abstract

Divorce for couples with children is a decision that affects not only the divorcing couple, but also the children. Some children take a long time to forgive their parents' divorce, so the purpose of this study is to explore the forgiveness process in children's recovery after their parents' divorce. This research method uses a descriptive approach through interviews. The subjects of this study are children who are victims of their parents' divorce, the number of subjects in this study is 2 people. The data collection tools used in this research are interview guide, observation and documentation. The research results show that the first subject feels disappointment and anger and is more likely to avoid forgiveness, while the second subject is more able to accept their situation. This study concludes that the forgiveness process is crucial for children after their parents' divorce, with the first subject having an avoidance motivation, namely to avoid the perpetrator, while subject "R" shows a benevolence motivation with an indifferent attitude towards his parents' divorce, as well as a desire to help others who have the same problems as himself, namely by giving advice and being a place to tell stories. These two approaches contribute significantly to emotional healing from parental divorce.
DAMPAK PENDIDIKAN KARAKTER PADA KONSEP DIRI ANAK USIA SEKOLAH DASAR: ANALISIS BERDASARKAN TEORI JOHN DEWEY Naila Syaqi Zulkarnain
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 2 (2025): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v8i2.785

Abstract

Artikel ini membahas dampak pendidikan karakter terhadap konsep diri anak usia sekolah dasar. Tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi membuat pembentukan karakter dan konsep diri anak menjadi krusial. Konsep diri memengaruhi interaksi dan cara anak menghadapi situasi. Penelitian ini relevan dan mendesak, didukung oleh pemikiran John Dewey tentang pendidikan progresif yang holistik dan autentik. Penelitian sebelumnya menunjukkan korelasi positif antara pendidikan karakter dengan perilaku prososial dan konsep diri, namun belum mengkaji secara komprehensif dengan kerangka teori Dewey. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan teori John Dewey sebagai lensa analitik utama untuk secara mendalam mengungkap mekanisme transformatif pendidikan karakter terhadap pengembangan konsep diri anak usia sekolah dasar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui studi literatur komprehensif, dengan melakukan analisis tematik mendalam terhadap 20 sumber terpilih yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024. Pendidikan karakter secara signifikan dan multidimensional membentuk konsep diri positif pada anak, terutama dengan prinsip-prinsip Dewey. Dampaknya meliputi penguatan konsep diri akademik, sosial-emosional, fisik, kesehatan diri, serta moral dan spiritual. Pemikiran Dewey, dengan penekanan pada pengalaman, pembelajaran berbasis minat, dan komunitas demokratis, menjelaskan mekanisme transformatif ini. Hasil penelitian konsisten dengan studi sebelumnya, namun diperkaya dengan interpretasi mendalam melalui kerangka Dewey, menyoroti pentingnya pengalaman langsung, relevansi, dan interaksi sosial. Penelitian ini memberikan landasan teoritis yang kokoh untuk praktik pendidikan karakter yang lebih efektif di sekolah dasar.