Nurul Mawaddah
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Filsafat Aliran Esensialisme Dalam Budaya Pendidikan Indonesia Di Sekolah Dasar Idawati Idawati; Al Husnul Khatimah Mz; Nurul Mawaddah
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8106

Abstract

Essentialism is a philosophical school that emphasizes the existence of an essence or essential core in every object, concept, or entity. This school argues that every individual or entity has basic characteristics that determine its identity, which are independent of social context or external changes. Essentialist education includes science, art and everything related to human will. The aim of this research is to determine the influence and implications of essentialism in emphasizing local cultural values, the importance of basic knowledge, and character education which has a positive impact on students' development in facing the challenges of everyday life. The data collection method used was by collecting literature studies in the form of journals and interviewing elementary school teachers at Runiah School to gain a deep understanding of the implications of essentialism in the culture of education in elementary schools. The results of research on essentialism in education encourage the integration of cultural values, basic knowledge including subjects subjects such as mathematics, science, and language. The essentialism approach has a main focus on building student character. There are advantages and disadvantages to this essentialism school. Through this approach, students can develop positive attitudes and good behavior in everyday life while understanding and appreciating the cultural diversity around them and essentialism encouraging the integration of local cultural values, such as mutual cooperation activities, social responsibility, and respect for parents, into the educational curriculum.
Efektivitas Program Anti Perundungan Berbasis Empati dalam Mewujudkan Sekolah Yang Ramah dan Bersahabat di SD Negeri Kakatua Makassar Idawati Idawati; Musdalifah Syahrir; Andi Arbaina Fariza; Indri Ramadhani; Al Husnul Khatimah Mz; Mahyaya Nur; ST. Rosmi R; Nurul Mawaddah
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6120

Abstract

Kasus perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah yang berdampak pada kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, serta iklim pembelajaran peserta didik. Kondisi ini menuntut adanya upaya kolaboratif antara sekolah, guru, dan pihak terkait untuk membangun lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bersahabat melalui penguatan nilai empati dan kepedulian sosial. Berdasarkan kebutuhan tersebut dilaksanakan kegiatan PKM berupa program anti perundungan berbasis di SD Negeri Kakatua Makassar. Program dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan bentuk kegiatan berupa edukasi, pelatihan, deklarasi anti perundungan, dan pemilihan duta anti bullying di sekolah. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM menunjukkan bahwa peserta didik memberikan respons yang sangat positif dengan nilai rata-rata angket sebesar 92%, yang mencerminkan tumbuhnya empati, kepedulian sosial, dan komitmen dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi pencegahan perundungan juga tampak melalui perbandingan hasil pretest dan posttest, di mana nilai setelah program menunjukkan peningkatan yang bersifat signifikan dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan program. Selain itu, hasil angket kepuasan mitra (guru atau pihak sekolah) mencapai 97%, yang menunjukkan bahwa program dinilai relevan, bermanfaat, dan mendukung terwujudnya iklim sekolah yang ramah, bersahabat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menegaskan bahwa program anti perundungan berbasis empati yang dilaksanakan berdampak positif dalam memperkuat pemahaman, sikap empati, serta membangun kesadaran peserta didik terhadap pencegahan perundungan, sehingga mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang ramah dan bersahabat di SD Negeri Kakatua Makassar.