Rendahnya tingkat hunian (occupancy rate) guesthouse di sekitar Kawasan Wisata Tematik AEWO Mulyaharja, Bogor, menjadi masalah utama meskipun kunjungan wisatawan reguler harian selalu ramai. Wisatawan umumnya tidak mengetahui keberadaan penginapan lokal tersebut akibat keterbatasan pemasaran yang masih konvensional. Pentingnya topik pengabdian masyarakat ini terletak pada upaya pengentasan masalah tersebut melalui pemanfaatan ekosistem digital untuk mendongkrak perekonomian warga. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi legalitas usaha dan pemasaran digital, memfasilitasi pembuatan NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB) via sistem Online Single Submission (OSS), serta mendampingi pendaftaran akun pada platform Online Travel Agent (OTA) seperti OYO. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan pendampingan langsung (action learning) dengan kombinasi demonstrasi visual menggunakan media TV dan bimbingan intensif secara personal (one-on-one mentoring). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman aspek digitalisasi berhasil diperkenalkan kepada 30 pelaku UMKM. Namun, indikator keberhasilan baru mencapai tahap registrasi awal. Hanya 2 dari 30 peserta yang menyelesaikan pendaftaran hingga final akibat kendala infrastruktur digital (sinyal dan kuota internet) serta hambatan psikologis berupa ketakutan warga terhadap beban pajak pasca-pembuatan NPWP. Sebagai solusi jangka pendek, tim memberikan akses internet (sharing wifi) dan edukasi persuasif regulasi pajak. Kesimpulannya, pengabdian ini krusial sebagai fondasi awal digitalisasi, namun memerlukan sarana internet yang memadai serta pendampingan berkelanjutan secara door-to-door untuk memastikan seluruh pelaku usaha sukses terintegrasi di platform OTA.