This Author published in this journals
All Journal Jurnal KACA
Aris Imawan
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Fithrah, Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Integrasi Ilmu Umum (Sains) dan Ilmu Agama Aris Imawan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 1 (2018): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i1.301

Abstract

Ilmu umum (sains) dan ilmu agama ibarat air dan minyak yang selalu terdikotomi. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh belahan dunia, tidak terkecuali di negara Indonesia. Ilmu umum (sains) dan ilmu agama menjadi entitas yang tidak dapat disatukan. Dikotomi tersebut mulai akan terkikis dengan tawaran konsep integrasi ilmu umum (sains) dan ilmu agama. Integrasi membahas penyatuan dua disiplin ilmu, yaitu ilmu umum (sains) dan ilmu agama dengan memberikan tawaran implementasi di level filosofis, materi, metodologi, dan strategi. Konsep integrasi ilmu (sains) dan ilmu agama sudah menghasilkan beberapa contoh terapan yang dapat digunakan pada lembaga pendidikan.
Pluralisme Agama Islam di Indonesia Aris Imawan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 7 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v7i1.306

Abstract

Mengenal sang khalik dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan lebih mudahnya dapat dicapai dengan ayat-ayatnya (tanda-tanda keberadaannya). Ini berlaku pada setiap manusia yang ingin mengetahui hakekat dirinya, atau mau menggunakan potensi terhebat yang dititipkan oleh sang pencipta, yaitu akal. Bagi umat Islam untuk mengenal sang khalik (Allah swt) lebih cepat dapat ditempuh melalui agama, karena ia merupakan sarana awal untuk menguak berbagai dimensi yang mikrokosmos atau makrokosmos itu sendiri. Melalui Al-Qur’an sebagai buku panduan umat Islam akan mempermudah lagi dalam mengakses keberadaan sang khalik. Akan tetapi kemajemukan manusia terlebih umat Islam juga menjadi polemik sendiri ketika memaknai (mengartikulasi), menafsirkan dan memakai pedoman tersebut. Bukti konkrit polemik yang telah ada munculnya beragam sekte, aliran, bahkan di Indonesia sendiri tercatat lebih dari 60 aliran (golongan) yang bermunculan. Ini menjadi bukti pula bahwa Islampun menerima kemajemukan (pluralis) manusia dan aksinya. Sehingga dalam kesempatan ini penulis akan mencoba memaparkan pluralism agama Islam di Indonesia yan dikategorikan dalam kelompok besar (kelompok yang mempunyai masa)