Mengenal sang khalik dapat dilakukan dengan berbagai cara, dan lebih mudahnya dapat dicapai dengan ayat-ayatnya (tanda-tanda keberadaannya). Ini berlaku pada setiap manusia yang ingin mengetahui hakekat dirinya, atau mau menggunakan potensi terhebat yang dititipkan oleh sang pencipta, yaitu akal. Bagi umat Islam untuk mengenal sang khalik (Allah swt) lebih cepat dapat ditempuh melalui agama, karena ia merupakan sarana awal untuk menguak berbagai dimensi yang mikrokosmos atau makrokosmos itu sendiri. Melalui Al-Qur’an sebagai buku panduan umat Islam akan mempermudah lagi dalam mengakses keberadaan sang khalik. Akan tetapi kemajemukan manusia terlebih umat Islam juga menjadi polemik sendiri ketika memaknai (mengartikulasi), menafsirkan dan memakai pedoman tersebut. Bukti konkrit polemik yang telah ada munculnya beragam sekte, aliran, bahkan di Indonesia sendiri tercatat lebih dari 60 aliran (golongan) yang bermunculan. Ini menjadi bukti pula bahwa Islampun menerima kemajemukan (pluralis) manusia dan aksinya. Sehingga dalam kesempatan ini penulis akan mencoba memaparkan pluralism agama Islam di Indonesia yan dikategorikan dalam kelompok besar (kelompok yang mempunyai masa)
Copyrights © 2017