Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Takhrij Hadis Larangan Memakai Sutra dalam Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir Al-Tabrani A Fadly Rahman Akbar; Ali Mahfuz Munawar; Syifa Shafira Lutfiyah; Uly Ariana Sari; Nadiya Iffatul Husna
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i2.475

Abstract

Islam adalah agama yang paling sempurna di mata Allah SWT, karena semua perbuatan dan perilaku manusia mempunyai aturan dan rambu-rambu yang harus dipatuhi dan diikuti agar tidak tersesat dan terjerumus kedalam perilaku buruk dan dibenci oleh Sang pencipta. Salah satunya adalah berpakaian, di mana adab berpakaian haruslah menutup aurat secara sempurna. Dalam pakaian-pakaian tersebut, ada beberapa larangan yang dilihat dari bahan kain tersebut. Kain sutra menjadi suatu larangan untuk dijadikan bahan pakaian, seperti apa yang Rasulullah SAW sabdakan kepada kita. Dalam artikel ini, peneliti membahas suatu hadis diatas yang diambil dari salah satu ulama hadis yaitu Al-Tabrani dalam kitab Al-Mu’jam Al-Kabir. Al-Tabrani adalah pakar hadis yang dilahirkan di Sham pada tahun 260 H/873 M- 360 H/971 M, dengan usia kurang lebih 100 tahun.  Dikarenakan banyaknya perawi yang meriwayatkan suatu hadis saja, maka penelitian ini diadakan dengan tujuan mengetahui keshahihan hadis tersebut dan kualitas kandungan yang terdapat dalam hadis tersebut. Agar ulama mendapatkan suatu sumber yang kuat dan dapat dijadikan rujukan untuk mengistinbath suatu hukum. Studi kepustakaan (library research) adalah metode yang digunakan untuk menunjang penelitian ini. Adapun hasil yang didapatkan dari analisis hadis ini adalah, dapat dibuktikannya keshahihan hadis dalam pelarangan pemakaian kain sutra (khususnya bagi laki-laki). Disamping itu juga, perawi yang meriwayatkan hadis ini dapat dipercaya menurut para ulama Rijal al-Hadith. Oleh karena itu, hadis pelarangan bagi laki-laki untuk memakai sutra dapat dijadikan sebagai hujjah.
Syakhsiyyatu al-Ab al-Misali fi Qissati Luqman al-Hakim ‘inda Sayyid Qutb fi Kitabihi at-Tafsir Fi Zilali al-Qur`an: Sayyid Qutb on The Character of The Ideal Father in The Story of Luqman al-Hakim in Tafsir Fi Zilal Al-Qur`an Asif Trisnani; Uly Ariana Sari; Muhammad Thoriqul Islam
Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2025): Ulumul Qur'an: March 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir STIU Darul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58404/uq.v5i1.517

Abstract

The father significantly influences the quality of connections within the family unit. Despite bearing considerable duties, his presence frequently goes unrecognized, especially by children. The Qur’an delineates the attributes of an exemplary father through diverse narratives, notably the account of Luqman al-Hakim—a sagacious being endowed with insight by Allah SWT, albeit not a prophet. The narrative, located in Surah Luqman verses 12–19, imparts moral lessons and ideals relevant to modern life. This study investigates the Qur’anic depiction of parenthood through an analysis of Luqman’s counsel to his son, with the objective of elucidating the fundamental characteristics of an exemplary father. The study employs a library-based approach and descriptive analysis, concentrating on Sayyid Qutb's interpretation in Fi Zilal al-Qur'an. Research indicates that Luqman epitomizes the quintessential paternal archetype through four principal responsibilities. Initially, he assumes the role of an educator, fostering his child with affection and comprehension. Secondly, he functions as a sagacious advisor, providing counsel grounded in religious principles. Third, he serves as a role model, somebody whom youngsters might admire and ultimately imitate. Ultimately, he assumes the position of family leader, bearing the duty for the household's spiritual and moral guidance. This research underscores the necessity of acknowledging and revitalizing the father's significant role in familial dynamics, utilizing the narrative of Luqman al-Hakim as a perennial exemplar of fostering responsible and value-oriented parenting.