Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Accumulation, Composition, Density, and Volume of Marine Litter on Palu Bay Roni Hermawan; Nur Hasanah; Muhamad Saleh Nurdin; Aswad Eka Putra; Musayyadah Tis'in; Femi Riza; Septina Fifi Mangintung; Andi Heryanti Rukka; Eko Purwanto; Nurul Rizki Ramadhani; Nursalwa Nursalwa; Charlos Daniel Darae; Fitra Harry Utama
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 7, Issue 1, March 2026 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.vi.48123

Abstract

Marine litter poses an increasing threat to the coastal ecosystem of Palu Bay, Indonesia, driven by contrasting land-based human activities. This study assessed the accumulation, composition, density, and volume of macro-debris (>2.5 cm) at four coastal stations representing residential, river-influenced, and tourism-dominated areas. Surveys were conducted from June to September 2025 using a line transect method. The results showed marked spatial differences in marine litter characteristics. Residential and river-influenced sites (Baiya and Mamboro Beaches) recorded the highest debris weights (4003.67–4378.22 g/m²), dominated by heavier household waste transported via river systems. In contrast, tourism areas (Taman Ria and Kampung Nelayan Beaches) exhibited lower debris weights (1697.67–1892.37 g/m²) but significantly higher item densities (14.46–17.28 items/m²) and volumes, reflecting the dominance of lightweight, single-use plastics from recreational activities. Plastic debris dominated all stations, exceeding 94% in tourism zones. These findings demonstrate a clear dichotomy in litter sources and characteristics between tourism and residential areas, underscoring the need for targeted management strategies. Effective mitigation should prioritize single-use plastic restrictions, adequate waste facilities, and visitor awareness in tourism areas, alongside improved household waste collection and riverine waste control in residential watersheds. Such source-specific approaches are essential for sustainable coastal management in Palu Bay and comparable semi-enclosed bays.
PENGGUNAAN METODE BELAJAR BERDASARKAN KEMAMPUAN OTAK PADA PESERTA DIDIK DI YAYASAN OTAK KANAN KOTA PALU Ali Akbar; Eko Purwanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 4 No 4 (2024): Vol. 4 No. 4 Edisi November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v4i4.2429

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode belajar berdasarkan kemampuan otak pada peserta didik di Yayasan Otak Kanan Kota Palu. Jenis penelitian kualitatif atau penelitian lapangan, terdiri atas lokasi penelitian, kehadiran peneliti, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, teknik ananlisis data, dan pengecekan keabsahan data. Penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. sehingga peneliti mengumpulkan tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Di setiap proses belajar yang menggunakan metode pembelajaran berdasarkan kemampuan otak itu selalu memperhatikan bagaimana otak bisa belajar dengan optimal. Jadi dalam pembelajaran ini, peserta didik diberikan tantangan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dengan memperhatikan kondisi otak, karena otak manusia memerlukan istirahat untuk memproses dan mentransfer pengetahuan yang mereka terima. 2). Kendala yang dihadapi dalam penggunaan metode belajar pada peserta didik terhadap kemampuan otak di Yayasan Otak Kanan Kota Palu adalah sebagian guru masih menganggap lebih sulit mengembangkan dan menentukan metode belajar yang tepat untuk diterapkan di dalam kelas, beberapa guru masih menggunakan metode belajar yang hanya mereka ketahui saja, sehingga proses pembelajaran terkadang membuat peserta didik merasa jenuh dan bosan.