Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Tingkat Konsistensi Penulisan Format Sitasi Pada Jurnal Ilmiah Agus Dian Mawardi
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 1 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v2i1.632

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif. Sebagai evaluasi berarti hal ini merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan, produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. Tingkat konsistensi penulisan format sitasi pada jurnal terakreditasi Sinta nilai rata-rata 5,3 artikel atau sebesar 60,40%, sedangkan pada jurnal tidak terakreditasi nilai rata-rata 3,9 artikel atau sebesar 57,50%. Jika dibandingkan dengan jurnal terakreditasi, jurnal yang tidak terakreditasi tidak ada jurnal yang memiliki tingkat konsisensi 100% seperti pada jurnal terakreditasi Sinta. Namun, bila dilihat dari nilai rata-rata tingkat konsistensi, antara jurnal terakreditasi dan tidak terakreditasi terdapat selisih 2,90% saja, artinya di bawah angka 5%. Perlu dilakukan analisa statistik lanjutan pada analisa korelasi dan komparasi agar lebih mengetahui tingkat konsistensi lebih mendalam.
Perbedaan Hasil Belajar antara Penggunaan Model Pembelajaran Talking Stick dengan Model Pembelajaran Konvensional Agus Dian Mawardi; Rakhmani
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 3 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i3.1218

Abstract

Metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data komparasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SDN SN Surgi Mufti 1 Banjarmasin diperoleh hasil belajar rata-rata pada model pembelajaran konvensional yaitu 60,4 dan pada model pembelajaran talking stick adalah 80,4. Dari sini dapat diketahui bahwa ada kenaikan hasil belajar dari model pembelajaran konvensional ke model pembelajaran talking stick sebanyak 20 poin. Selain itu, diketahui pula bahwa model pembelajaran talking stick sangat berpengaruh nyata terhadap hasil belajar matematika di kelas V B SDN SN Surgi Mufti 1 Banjarmasin dengan taraf signifikan tt.ts5% =2,06 dan tt.ts1% = 2,80 maka dapat kita ketahui bahwa to adalah lebih besar daripada tt yaitu: 2,06<10,446>2,80. Hasil penelitian menunjukan bahwa sangat berpengaruh nyata penggunaan model pembelajaran talking stick daripada model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung pecahan di kelas V B SDN SN Surgi Mufti 1 Banjarmasin.
PENTINGNYA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR Nadya Astuti; Agus Dian Mawardi; Muhammad Rayhan Saputra
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i2.1554

Abstract

Saat ini setiap lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan transformasi dalam pengelolaan administrasi dan manajemen sekolah. Sistem administrasi konvensional yang masih mengandalkan proses manual tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan akan efisiensi, akurasi, dan kecepatan dalam pengelolaan data pendidikan. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pentingnya Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu menelaah berbagai referensi berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terkait penerapan SIMDIK di berbagai lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK) di sekolah dasar sangat penting karena dapat: (1) mendukung pengambilan keputusan di lingkungan sekolah, (2) mempermudah informasi bagi setiap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, (3) mempermudah dan mempercepat pengolahan data penilaian, mengurangi beban administratif guru, (4) mendukung proses pembelajaran, (5) memberikan relasi yang luas, (6) menghubungkan lembaga sekolah dengan pemerintah, pelanggan pendidikan, dan orang tua siswa.