Dastin Imanuel
Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Inggris dengan Metode “Operant Conditioning” pada Anak di Panti Asuhan Cinta Kasih Anugerah Dastin Imanuel; Billy Nugroho; Ethan Petrsomand; Agustina Agustina
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.39-47

Abstract

Bahasa Inggris telah menjadi bahasa universal yang penting dalam komunikasi global. Namun, motivasi belajar Bahasa Inggris masih menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak di panti asuhan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber belajar yang memadai. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Bahasa Inggris pada anak-anak di Panti Asuhan Cinta Kasih Anugerah melalui metode operant conditioning. Program intervensi melibatkan 15 anak dan berlangsung selama 4 minggu, terdiri dari berbagai sesi yang dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar, seperti penerapan teknik operant conditioning, permainan edukatif, serta psikoedukasi. Pengukuran motivasi belajar dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Students’ Motivation in Learning English Questionnaire dan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar Bahasa Inggris setelah intervensi, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi dan keterlibatan anak dalam sesi pembelajaran. Meskipun hasilnya positif, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki beberapa keterbatasan. Ukuran sampel yang kecil (15 anak) dan durasi intervensi yang relatif singkat (4 minggu) membatasi generalisasi temuan. Selain itu, faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan kondisi individu anak juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan motivasi, sehingga efek intervensi tidak dapat diatribusikan sepenuhnya pada metode yang digunakan. Studi lanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang diperlukan untuk menguatkan temuan ini.
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS MELALUI WAWANCARA REFLEKTIF DAN PENGUATAN KARAKTER BAGI FINALIS DUTA PARIWISATA 2026 Meiske Yunithree; Dastin Imanuel
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.13614

Abstract

ABSTRACT The selection process for Tourism Ambassadors requires not only communication skills, tourism knowledge, and appearance, but also character and psychological readiness to perform their roles as representatives of tourism. However, the personal and psychological aspects of finalists have not always been a primary focus of the development process, highlighting the need for mentoring that helps participants recognize their values, priorities, and personal motivations. This community service activity aimed to provide psychological mentoring through reflective interviews and character strengthening for the 2026 Tourism Ambassador finalists. The activity involved 15 finalists and consisted of four stages: preparation, reflective interviews using three questions concerning life principles, life priorities, and personal motivation, individual feedback and character strengthening, and participant reflection-based evaluation. The results showed that finalists’ life principles were dominated by integrity and honesty, followed by self-development and courage in facing challenges. Life priorities mainly included self-development, family and parents, career, and personal achievement, while motivation was reflected in perseverance, self-development, self-confidence, optimism, and spirituality. Psychological mentoring provided participants with opportunities to reflect on their personal values, priorities, and motivations and connect them with integrity, self-development, and commitment to their roles as Tourism Ambassadors. ABSTRAK Proses seleksi Duta Pariwisata selama ini tidak hanya menuntut kemampuan komunikasi, wawasan kepariwisataan, dan penampilan, tetapi juga membutuhkan karakter serta kesiapan psikologis untuk menjalankan peran sebagai representasi pariwisata. Namun, aspek personal dan psikologis finalis belum selalu menjadi bagian utama dalam pembinaan, sehingga diperlukan pendampingan yang dapat membantu peserta mengenali nilai, prioritas, dan motivasi diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melaksanakan pendampingan psikologis melalui wawancara reflektif dan penguatan karakter bagi finalis Duta Pariwisata 2026. Kegiatan dilaksanakan kepada 15 finalis melalui empat tahapan, yaitu persiapan, wawancara reflektif menggunakan tiga pertanyaan mengenai prinsip hidup, prioritas hidup, dan motivasi diri, pemberian umpan balik serta penguatan karakter secara individual, dan evaluasi melalui refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa prinsip hidup finalis didominasi oleh integritas dan kejujuran, disusul pengembangan diri dan keberanian menghadapi tantangan. Prioritas hidup terutama berkaitan dengan pengembangan diri, keluarga dan orang tua, karier, serta pencapaian pribadi, sedangkan sumber motivasi tercermin melalui tema pantang menyerah, pengembangan diri, percaya diri, optimisme, dan spiritualitas. Penguatan psikologis memberikan ruang bagi peserta untuk merefleksikan nilai, prioritas, dan motivasi personal serta menghubungkannya dengan integritas, pengembangan diri, dan komitmen dalam menjalankan peran sebagai Duta Pariwisata. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi wawancara reflektif dan penguatan karakter dapat menjadi pendekatan pendukung yang melengkapi pembinaan teknis Duta Pariwisata dengan memberikan perhatian pada aspek personal, psikologis, dan karakter peserta.