Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Importance of Analyzing Child Development and Understanding of Milk-Based Fortified Foods for Primary Health Care Issue Noor Diah Erlinawati; Sumarsih Sumarsih; Hilda Taurina
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v2i1.89

Abstract

Indonesia is already facing a high nutritional problem. Early detection of child wasting is the key to successful prevention and treatment. Increasing animal protein intake for children is one of the government's steps to address child malnutrition. Consumption of fortified milk as one of the animal proteins may support the growth and development of children. The general purpose of this community service is to increase the knowledge and the implementation of dairy products to improve child immunity and growth. This community service activity was carried out at the Sidodadi village hall, Central Bengkulu in 2021. Participants in the community service activity were maternal and child village health workers, plus representatives from the Puskesmas and village officials with a total of 32 participants. The methods used are socializing information, questions and answers with participants based on experience and field findings, providing materials related to sources of milk food ingredients and their fortification, carrying out copyright quizzes on milk-based healthy food recipes, and monitoring with evaluation. Evaluation sheets are used to assess participant satisfaction and record things that are still needed by cadres for further socialization activities. The performance test was carried out with a quiz on preparing healthy milk-based food recipes for children. Activity results are described with a satisfaction survey. Increasing education through health counseling greatly influences the knowledge of village health worker to be wise in providing education on fortified milk-based foods and providing examples of useful recipes for malnourished children. 
KUALITAS HIDUP LANSIA BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KOTA BENGKULU Gabriel Aloysius Sinaga; Vernonia Yora Saki; Hilda Taurina; Onetusfifsi Putra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.58420

Abstract

Faktor krusial dalam menilai kesejahteraan hidup seorang lansia adalah kualitas hidup, dimana mencerminkan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan mereka. Tingkat pendidikan adalah satu dari banyak yang mempengaruhi kualitas hidup lansia. Pendidikan berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan, mendorong penerapan gaya hidup yang lebih sehat, serta mendukung pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal. Hasil penelitian mengenai hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup lansia masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik total sampling digunakan untuk merekrut 42 lansia. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup lansia dalam penelitian ini adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Data dianalisis secara univariat dan bivariat, Fisher's Exact Test digunakan untuk menguji hubungan antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup sebagian besar responden buruk (78,6%) dan tidak memiliki pendidikan formal (35,7%). Dibandingkan dengan populasi yang tidak memiliki riwayat pendidikan tinggi, populasi yang telah menempuh pendidikan tinggi memiliki lebih banyak potensi untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan populasi yang tidak. Namun, hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pendidikan dan kualitas hidup tidak ditemukan (p=0,233), menurut analisis bivariat. Hasilnya didapatkan bahwa kualitas hidup lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu tidak secara signifikan berkorelasi dengan tingkat pendidikan mereka.