Jamban keluarga sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Semakin banyak keluarga yang masih buang air besar sembarangan, semakin tinggi pula risiko penyakit. Dalam survei awal yang dilakukan oleh para peneliti di wilayah pesisir Desa Aboru, sebagian masyarakat belum memiliki kesadaran yang kuat dalam menjaga kesehatan lingkungan, hal ini terlihat dari masih adanya orang yang buang air besar sembarangan. Kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan di pesisir melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, serta dari berbagai lapisan masyarakat, sehingga hal ini telah menjadi tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan toilet di masyarakat pesisir Desa Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Jenis penelitian ini adalah survei analitis dengan desain penelitian menggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh 404 kepala keluarga di pesisir Desa Aboru. Sebanyak 81 kepala keluarga diambil sebagai sampel menggunakan teknik pengambilan sampel acak (accidental sampling). Analisis dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sikap (nilai p 0,000), motivasi (nilai p 0,013), ketersediaan jamban (nilai p 0,000), serta peran tenaga kesehatan (nilai p 0,006), sedangkan pengetahuan tidak berpengaruh (nilai p 0,260). Kesimpulannya adalah bahwa terdapat pengaruh terhadap sikap, motivasi, ketersediaan jamban, peran petugas kesehatan, dan tidak terdapat pengaruh terhadap pengetahuan. Faktor dominan adalah ketersediaan jamban terkait penggunaan jamban di masyarakat pesisir Desa Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Factors influencing toilet usage amongst the coastal community of Aboru Village, Haruku Island Sub-district Abstract: Family latrines are very important to maintain environmental cleanliness and improve public health. The more families practice open defecation, the higher the risk of disease. In the initial survey conducted by researchers in the coastal area of Aboru Village, some people did not have a strong awareness of maintaining environmental health, this can be seen from the fact that there are still people who defecate in the open.The habit of people defecating anywhere on the coast consists of various age groups from children to the elderly and from various levels of society, so it has become a tradition that has been passed down from generation to generation. The aim of this research is to determine the factors that influence the use of toilets in coastal communities in Aboru Village, Haruku Island District, Central Maluku Regency. The type of research is an analytical survey with a research design using a cross sectional study design which was conducted from February to April 2024. The population of this study was all 404 heads of families on the coast of Aboru Village. 81 heads of families as samples were taken using accidental sampling technique. Analysis using the chi-square test. The research results show that there is an influence of attitude p-value (0.000), motivation p-value (0.013), availability of toilets p-value (0.000), role of health workers p-value (0.006) and no influence of knowledge p-value (0.260). The conclusion is that there is an influence on attitudes, motivation, availability of latrines, the role of health workers and there is no influence on knowledge. The dominant factor is the availability of latrines regarding the use of latrines in coastal communities in Aboru Village, Haruku Island District, Central Maluku Regency.