Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Siswa Tentang Makanan Jajanan di SDN Bontoramba 1 Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Agus Salim; Sitti Nurfaizah; Diana Mirza Tobogu; Sri Handayani; Asrijun Juhanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32838

Abstract

Pemilihan makanan jajanan di sekolah merupakan perwujudan perilaku siswa. Masih banyak siswa jajan sembarangan diduga berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan yang kurang sehingga perlu diberikan pengatahuan melalui media video. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa tentang makanan jajanan di SDN Bontoramba 1 Kecamatan Tamalanrea.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain pretest-posttest group. Penelitian dilakukan di SDN Bontoramba I Kecamatan Tamalanrea. Jumlah sampel penelitian sebanyak 50 orang,. Analisis data dengan menggunakan uji t (paired sample t-test) dengan tingkat kepercayaan 95% (?=0,05).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektifitas media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswa di SDN Bontoramba I Kecamatan Tamalanrea, dengan Nilai (p=0,000) Skor rata-rata pengetahuan dan sikap siswa meningkat dari pretest ke posttest Disarankan kepada guru-guru di SDN Bontoramba I Kecamatan Tamalanrea untuk mengajarkan tentang perilaku memilih jajanan sehat berkaitan dengan pengetahuan dan sikap, kepada siswa kelas 4 sampai kelas 6 sehingga siswa selalu memilih makanan sehat dan tidak terkena penyakit seperti gangguan pencernaan akibat jajanan yang kurang sehat.
Analisis Kesenjangan Kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) Dalam Pelaksanaan Program Kesehatan Di Puskesmas Ampana Barat Kabupaten Tojo Una Una: Gap Analysis of the Primary Service Integration (ILP) Policy in the Implementation of Health Programs at the West Ampana Community Health Center (Puskesmas), Tojo Una-Una Regency Asriani Asriani; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu; Sitti Nurfaizah; Rahmawati Rahmawati
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1630

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer yang bertujuan mengintegrasikan pelayanan berdasarkan siklus hidup. Dalam pelaksanaannya di Puskesmas Ampana Barat masih ditemukan kesenjangan antara kebijakan dan kondisi di lapangan, terutama terkait sumber daya, komunikasi dan koordinasi, serta dukungan sistem organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan implementasi kebijakan ILP dalam pelaksanaan program kesehatan berdasarkan aspek ketersediaan sumber daya, komunikasi dan koordinasi, disposisi, serta struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data yang digunakan bersifat induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan paling dominan terdapat pada ketersediaan sumber daya. Komunikasi dan koordinasi antarklaster cukup baik, tetapi sosialisasi kepada staf dan masyarakat belum merata serta integrasi sistem informasi belum optimal. Pada aspek disposisi, tidak ditemukan kesenjangan berarti karena pimpinan dan tenaga kesehatan mendukung dan berkomitmen terhadap penerapan ILP. Struktur birokrasi telah tersedia, namun masih terdapat kendala dalam pendokumentasian SOP dan integrasi aplikasi pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa implementasi ILP di Puskesmas Ampana Barat telah berjalan dan meningkatkan koordinasi serta kemudahan pelayanan, tetapi belum sepenuhnya sesuai kebijakan. Kesenjangan terutama disebabkan keterbatasan sumber daya, komunikasi dan sistem informasi yang belum optimal, serta kendala administratif. Disposisi pelaksana menjadi faktor pendukung dalam penerapan ILP.