Wahyu Kholis Prihantoro
Universitas Alma Ata Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENILAIAN MENGGUNAKAN DATA CEK DAN SKALA RENTANG PADA MATA PELAJARAN FIQIH BAB WUDHU KELAS VII MTs TQ EL MUNA Q nashrullahzaki; Wahyu Kholis Prihantoro; Nisaul Khoiriyyah; Rodhotul Jannah; Rahma Santika; Imam Musyafa
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v14i2.1855

Abstract

This study aims to describe and compare the effectiveness of three models for assessing ablution practices in seventh-grade students of MTs TQ El Muna Q: global assessment, checklist, and scale assessment. This study used a descriptive qualitative approach with observation, interviews, and literature review methods. The subjects included Islamic Religious Education teachers and nine seventh-grade students. The instruments used were a checklist observation sheet containing 16 aspects of the pillars and sunnah of ablution and a scale assessment sheet with a scale of 1–4 that assessed five main aspects of the skill. The results showed that global assessment was practical but less accurate because it did not indicate specific student errors. Assessment using a checklist provided the most detailed results and helped teachers and students clearly identify errors. Meanwhile, the scale assessment provided an objective and easily analyzed picture of the quality of ablution implementation, especially aspects of calmness, neatness, and efficiency of water use. The combination of a checklist and scale assessment proved to be the most effective because it assessed both technical aspects and students' overall worship attitudes.
Dynamics of Motivation in PAI Learning Study of McClelland's Theory of Motivation and Its Application in Improving Student Achievement Muhammad Gafarurrozi; Rizal Fathurrohman; Wahyu Kholis Prihantoro; Hendri Sugianto
Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcie.v4i2.4585

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor kunci dalam mencapai prestasi belajar siswa, khususnya pada pembelajaran PAI yang memiliki peran penting dalam pembentukan nilai-nilai moral dan spiritual siswa. Akan tetapi, motivasi siswa pada saat proses pembelajaran sering mengalami masalah sehingga membuat siswa tidak mempunyai gairah untuk belajar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan kajian pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola-pola motivasi siswa berdasarkan motivasi-motivasi yang diajukan oleh teori motivasi McClelland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi prestasi, kekuasaan, dan afiliasi memainkan peran yang berbeda dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran PAI. Motivasi prestasi memberikan dorongan untuk mencapai prestasi akademik yang tinggi, motivasi kekuasaan mempengaruhi siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan kelompok di kelas, sedangkan motivasi afiliasi mengarahkan siswa untuk menjalin hubungan yang baik dengan teman kelas dan guru. Implikasi dari penelitian ini adalah penerapan teori motivasi McCelland dapat meningkatkan strategi pembelajaran PAI. Guru dapat merancang pendekatan yang sesuai dengan motivasi siswa, seperti memberikan tantangan bagi siswa, mendorong kolaborasi, dan memberikan tanggung jawab. Namun perlu diketahui bahwa faktor-faktor lain seperti budaya, lingkungan, karakteristik materi pembelajaran juga berkontribusi terhadap motivasi belajar PAI. Penelitian ini memberikan pandangan tentang motivasi belajar PAI dan memberikan dasar bagi pendidikan untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan inklusif.