Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Of Gamification-Based PJOK Learning Implementation To Improve Students' Learning Motivation At State Elementary School 1 Boal, Empang District, Sumbawa Regency Yan Patrawijaya; Sri Rahayu
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v12i1.10201

Abstract

This study discusses gamification-based Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning at SD Negeri 1 Boal, Sumbawa Regency. The objectives of this study consist of: 1. To analyze the effectiveness of implementing gamification-based PJOK learning at SD Negeri 1 Boal, Sumbawa Regency. 2. To analyze students' learning motivation in gamification-based PJOK learning at SD Negeri Boal, Sumbawa Regency. 3. To identify supporting and inhibiting factors in implementing gamification-based PJOK learning at SD Negeri 1 Boal, Sumbawa Regency. The study uses a mixed method (Mixed Methods), namely quantitative research with a quasi-experimental design and inferential analysis through independent samples t-test. To compare learning outcomes between the gamification-treated group and the conventional learning group, a qualitative study was conducted with interviews with the principal and physical education teachers. The results showed that gamification-based physical education learning was effective. Statistical findings confirmed a significant difference in student learning outcomes, indicating that the gamification approach significantly impacted student learning motivation. Furthermore, the study identified supporting factors. High student enthusiasm and motivation fueled by the game element; the implementation of gamification elements such as challenges, levels, points, and rewards; adequate facilities and infrastructure; and teacher competence capable of designing and managing gamification effectively. Principal support, teacher creativity, and clear assessment rubrics also strengthen the effectiveness of gamification implementation. However, there are also inhibiting factors such as weather conditions that do not support physical activity, variations in students' physical abilities, forgetting game rules, poor coordination between groups, limited learning time, and limited supporting technology. Overall, this study confirms that gamification is a potential pedagogical approach to strengthen the quality of physical education (PJOK) learning in elementary schools, especially when supported by teacher competence and thorough learning planning.
PEMBERDAYAAN WANITA PESISIR MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DI LABUHAN BADAS: PEMBERDAYAAN WANITA PESISIR MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DI LABUHAN BADAS Ardiyansyah Ardiyansyah; Sri Rahayu; Ika Fitriyani; Ismawati Ismawati
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1962

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada wanita pesisir. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi kelompok rentan seperti wanita pesisir. Kecamatan Labuhan Badas, yang memiliki potensi sumber daya laut melimpah, menghadapi berbagai tantangan dalam upaya memberdayakan wanita pesisir agar mereka dapat memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan komunitas. Dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan dari berbagai pihak, pemberdayaan wanita pesisir diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Adapun metode yang digunakan terdiri dari dua tahapan, tahap pertama, memberikan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada wanita pesisir. Tahap kedua yaitu, memberikan pendampingan dan pelatihan dengan tujuan membentuk keterampilan dan kemampuan wanita pesisir di wilayah Labuhan Badas. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei Tahun 2025. Melalui pelatihan, pendampingan teknis, wanita pesisir dibekali dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan keterampilan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
PENGEMBANGAN PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING BERBASIS DANA DESA DI DESA TAMEKAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT: PENDEKATAN MANAJEMEN RISIKO DAN KEBERLANJUTAN Leni Fitrianingsih; Sri Rahayu
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i2.2168

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tamekan, Kabupaten Sumbawa Barat, dilaksanakan sejak Oktober hingga November 2025 dengan tujuan mempercepat penurunan stunting melalui pemanfaatan Dana Desa secara efektif. Metode kegiatan dilakukan dalam dua tahapan utama. Tahap pertama adalah analisis situasi dan penguatan kapasitas, meliputi pengumpulan data stunting dan pemanfaatan Dana Desa, pemetaan risiko program, serta pelatihan perangkat desa dan kader posyandu terkait perencanaan berbasis data, manajemen risiko, tata kelola Dana Desa, dan koordinasi lintas sektor. Tahap kedua fokus pada implementasi, monitoring, dan keberlanjutan program, termasuk pendampingan posyandu, edukasi gizi keluarga, pengembangan dashboard monitoring sederhana, serta penyusunan SOP agar program tetap berjalan meski terjadi pergantian aparatur desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas desa dalam perencanaan, pengelolaan dana, dan monitoring program. Partisipasi masyarakat meningkat signifikan dengan keterlibatan orang tua mencapai 80–90%, sementara pemantauan pertumbuhan balita menunjukkan penurunan jumlah anak stunting dari 32 menjadi 30 anak (6,25%). Skor kesiapan keberlanjutan program mencapai 85–90%, menunjukkan intervensi tidak hanya menurunkan stunting, tetapi juga memperkuat kapasitas institusional, tata kelola, dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. Evaluasi partisipatif memastikan tindak lanjut yang terukur dan akuntabel. Keseluruhan hasil membuktikan bahwa kombinasi penguatan kapasitas, manajemen risiko, dan monitoring rutin efektif dalam menciptakan program kesehatan anak yang berkelanjutan, dapat direplikasi di desa lain dengan karakteristik serupa, serta menjadikan Dana Desa sebagai instrumen strategis dalam percepatan penurunan stunting.