Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manufacture of Industrial Scale Bagasse Biochar: Effect of Temperature And Residence Time And Biochar Characterization Jaka Kuncara; Martomo Setyawan; Dhias Cahya Hakika
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 8, No 2 (2024): Volume 8, No 2 December 2024--Online First
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v8i2.95545

Abstract

Abstract. Bagasse is a waste that can still be utilized, one of which is processed into biochar. In this study, bagasse waste came from a sugar factory in Majalengka, Cirebon, West Java. The bagasse pyrolysis process was carried out at PT XXX biochar factory located in the area. Industrial scale biochar production is done by Rotary Carbonization Furnace. The research objective was to characterize biochar with variable residence time and pyrolysis temperature. Biochar was characterized based on physicochemical properties and surface composition analysis for use as a soil improver and adsorbent. The test results show that residence time and pyrolysis temperature affect biochar products. Physical characterization showed that the pyrolysis residence time of 24.73 minutes with a temperature of 400 oC gave biochar results with pH (8.92), c-organic (24.15%), total N (0.2%), P2O5 (0.17%) and high C/N ratio (1,208.00). This biochar has good quality for application as a soil improver, especially in increasing carbon storage capacity and improving soil pH. The high C/N ratio and low nitrogen content require alloying with other sources to increase nitrogen and phosphorus and lower the C/N ratio. Chemical characterization by BET test showed that pyrolysis residence time of 24.73 min at 400 oC gave the best results in terms of increasing surface area (0.554 m²/g) and pore volume (0.00364 cc/g), making it the optimal temperature to produce biochar with high adsorption capacity. Surface characterization by SEM-EDX mapping analysis showed that the pyrolysis residence time of 24.73 min at 400 oC gave results with relatively high composition of carbon (82.17%), oxygen (14.89%), silica (1.97%), potassium (0.42%), and made it more effective for soil conditioner applications.Keywords: Bagasse, Biochar, Pyrolysis.
PERSPEKTIF MUHAMMADIYAH TERHADAP KARAKTERISASI BIOCHAR DARI AMPAS TEBU Jaka Kuncara
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkii.2.2.178-192

Abstract

 Rekayasa pemanfatan limbah organik telah banyak dilakukan salah satunya memprodudksi biochar dari limbah ampas tebu. Biochar adalah bahan yang mengandung karbon yang diproduksi dengan menguraikan bahan organik melalui proses pirolisis, Produki biochar skala industri terus dikembangkan, termasuk pemanfaatannya. Biochar memiliki potensi besar untuk mitigasi perubahan iklim, memperbaiki kualitas tanah, sebagai katalis atau odsorben dan sebagai energ alterntif terbarukan. Muhammadiyah memberikan pedoman bagi warganya dalam hal ilmu, teknologi, energi dan lingkungan. Kajian pembuatan dan karakterisasi biochar dapat dilihat dari perspektif kemuhammadiyahan. Pembahasan ini menggunakan analisa kualitatif deskriptif. Data yang diteliti didapatkan dari data penelitian biochar, dan makalah yang bersumber dari khazanah kepustakaan kemuhammadiyahan. Pembahasan kepustakaan bersumber dari studi kasus, kajian pemikiran, dan analisa buku dan jurnal. Hasil karakterisasi memberikan informasi bahwa biochar dapat digunakan sesuai dengan karakterisasinya. Perspektif kemuhammadiyahan berkesesuaian dengan Risalah Islam Berkemajuan, Pedoman Hidup Islam Warga Muhammadiysh serta Fiqih Transisi Energi Berkeadilan Muhammadiyah. Setiap warga Muhmmadiyah wajib menguasai dan memiliki keunggulan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu dan teknologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan iman dan amal shaleh serta pemanfaatannya untuk kemaslahatan merupakan wujud ibadah, jihad dan dakwah. Hasil pembahasan menunjukan kebesaran Allah SWT sebagai pencipta alam semesta, serta bagi umat yang beriman berkewajiban bersyukur atas anugerah yang tidak terkira serta menjadikan iman yang semakin kuat.