Setting pendidikan inklusif di SMA Negeri 2 Kandangan masih terdapat beberapa masalah diantaranya yaitu tenaga kependidikan dalam hal ini berkaitan dengan kualifikasi, kompetensi, sarana dan prasarana (kelas, media pembelajaran, aksesbilitas). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusif di SMA Negeri 2 Kandangan. Metode penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 2 Kandangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Pendidikan Inklusif di SMA Negeri 2 Kandangan meliputi manajemen kesiswaan, teknis penerimaan siswa berdasarkan ranking NEM dan wawancara; manajemen kurikulum sekolah inklusif menggunakan K13 yang terbatas tanpa mampu mengembangkan lebih jauh; manajemen Sumber Daya Manusia, keterbatasan tenaga pendidik pada bidang inklusif; Manajemen sarana dan prasarana penyelenggara pendidikan inklusif meliputi media/alat peraga masih belum optimal; Anggaran dana operasional dan dana investasi terutama yang bersumber dari dana APBS menunjukkan adanya ketidakmandirian. Peneliti berikutnya harus lebih memahami dengan baik masalah kurikulum yang digunakan untuk anak berkebutuhan khusus, melakukan modifikasi terhadap kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dengan lebih memperhatikan sekolah penyelenggara kelas inklusi dengan mengadakan pelatihan, workshop, penataran dan sebagainya.